Tampilkan postingan dengan label Bunda Sayang Melatih Kemandirian Ibu Profesional IIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunda Sayang Melatih Kemandirian Ibu Profesional IIP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Desember 2017

Jani si Manager Menu yang Handal (Day15)


Bismillahirrohmannirrohiim ...


Hari kelimabelas.
Perjalanan tantangan sudah semakin jauh dan hampir finish.
Terlihat, Janipun sudah mulai rutin menjalankan tantangannya, tanpa saya perintah/suruh. Buat emaknya, ini adalah sebuah keberhasilan, maka kami sepakat untuk terus melakukannya sampai dengan hari tantangan selesai, yaitu 17 hari. 
Tidak untuk ingin mendapatkan badge yang "keren" itu, bukan ... tapi, dari awal tantangan ini dijalankan, target saya, sebagai emaknya, hanya ingin menjadikan tantangan yang berhasil dilakukannya menjadi sebagai sebuah hal yang rutin, menjadi habit yang baik untuknya. Dan, saya sudah melihat perubahan ke arah yang saya harapkan. Dan itu buat saya sudah sangat cukup.

Kare Daging Wortel Kentang
Pesanan Eyang ๐Ÿ˜
Hari ini Jani protes ke saya, sebelum saya sempat menginformasikan ke dia bahwa menu yang sudah di susunnya semalam, tidak jadi saya masak karena ada "request" khusus dari Eyang untuk emak masak hari ini. Opor ayam dan telur yang diharapkannya harus rela berganti dengan Kare Kentang Wortel. Waktu saya bilang karena Eyang ingin makan Kare dan Bunda tidak punya banyak waktu untuk membuat dua masakan sekaligus, karena harus ngantor, dia memahaminya. Ini juga karena Jani tahu, bahwa Eyangnya baru sembuh dari sakit dan selama sakit tidak berselera makan apapun. Jadi, protesnya tadipun berbuah pertanyaan " Banyak gak Eyang makannya tadi, Bun?". Aaah ... sweet banget ya  hehehe ....

Jani termasuk anak yang cukup peka dengan hal-hal yang berhubungan dengan perasaan, empatinya cukup tinggi. Seperti tadi, saat saya berbaring, istirahat sebentar di kamar setelah menjemput mereka pulang sekolah, karena saya masih batuk pilek maka saya masih seringkali terbatuk-batuk, tiba-tiba ... pintu kamar saya diketuk dan masuklah si bungsu saya ini, bawain teh panas dan obat batuk saya. Aiiiihhhh .... senangnya emak ini. Tapi, plus dijerewetin juga ama si Jani ... 

Jadi kakuuuuu gt, waktu saya minta Jani untuk mengulang apa yang dilakukannya hahahahha ... please dek, ini demi kebutuhan tugas emak ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

"Makanya Bun, udah tau batuk, kok bunda tadi makan es krim sama aku?. Makan yang pedes-pedes jugakan?"
"Iya dek, maaf ... habis pengen tadi dek. Makan pedes juga biar hidungnya meler," balas saya.
"Lha, bunda mau sembuh apa mau sakit terus?"

Dan, si emak inipun rasanya "tertampar" sama jawabannya. Dan jawabannya terdengar so familiar ..... hahahahahaha, GOT YOU, mak!


#HariKelimabelas
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Rabu, 13 Desember 2017

Jani si Manager Menu yang Handal (Day14)


Bismillahirrohmannirrohiim ...


Hari keempatbelas.
Hari ini emak masih sedikit tepar. Masih gak niat untuk masak. Sarapan pisang goreng sih sudah disiapkan, tapi kalau untuk bekal dan makan siang, masih malas sekali meracik bahan-bahan masakan. Hahahaha yesss, kami hari ini mengandalkan beli di luar atau makan di luar saja.

Ayah dan mb Nayya sudah "ijin" gak makan siang di rumah. Ayah masih urusan di Demak dan mb Nayya katanya mau makan di luar sama teman-temannya selepas Ulangan Akhir Semester. Jadi hanya tinggal Jani, mb Danish dan Emak aja nih yang kudu dipikirin mau makan apa siang nanti

Selepas arisan, saya jemput Jani pulang sekolah. Waktu saya tanya mau makan apa? Dia minta dibelikan d'Crepse saja sebagai menu makan siangnya. Waktu saya bilang, kenyangkah? Katanya sih kenyang ... ya wis okey, d'Crรจpse dengan menu yang ada sayur dan dagingnya.

Saya bukan tipikal emak-emak yang anaknya harus makan nasi. Sumber karbohidrat banyak sekali dan itu bisa sebagai pengganti nasi. Dan anak-anak paham ini. Buat saya mengenalkan variasi makanan, salah satu cara saya mengajarkan anak untuk suka makan. Mereka punya banyak pilihan mau makan apa. Ternyata dibalik itupun ada nilai-nilai lain yang tanpa saya sadari jadi pelajaran buat mereka, seperti konsekuensi pilihan menu mereka, yang mengajarkan cara mengambil keputusan diantara banyak pilihan.

Dari makanan juga anak belajat memperkaya citra rasa panca inderanya. Manis, pahit, asam dan rasa-rasa "aneh" makanan yang mereka rasakan di lidah, mengajarkan ke mereka betapa hebatnya Allah menciptakan manusia, mengajarkan rasa bersyukur, rasa menghargai makanan, dan .... selain itu juga mereka jauh lebih memahami tubuhnya sendiri. Kadang tiba-tiba si dek Jani, minta dibelikan jeruk karena dia merasa mau flu. Atau kak Nayya yang minta juice karena ngerasa perutnya sebah.

Belajar hal sederhana, ternyata banyak hal hebat didalamnya ya?

Oia, kali ini no photo, karena pisang goreng ludes sebelum sempet di cekrek dan d'Crepse pun bernasib sama ๐Ÿคฃ๐Ÿ˜‚


#HariKeempatbelas
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian


Selasa, 12 Desember 2017

Jani si Manager Menu yang Handal (Day13)


Bismillahirrohmannirrohiim ...


Hari ketigabelas.
Hari ini emak benar-benar tepar. Semalam menggigil dan tidur cepat. Ga sempat menanyakan ke Jani, menu untuk besok pagi (hari ini).

Paginya, saya masih merasa sangat pusing. Meski batuk dan pileknya sudah mulai berkurang, tapi kepala masih nyut-nyut asoy gituuuh ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Alhamdulillah, masih diberi nikmat sakit. Jadi ... pagi ini, emak memutuskan untuk tidak masak, beli sajalah.

Sebelum saya sempat jelaskan ke Jani, kenapa saya tidak masak hari ini, Jani sudah berinisiatif untuk membeli masakan mateng di warteg Berkah, warteg langganan kami, dan sekaligus warteg penyelamat saat si emak kumat males masaknya atau pas lagi tepar.

"Beli masakannya di warteg Berkah aja ya Bun?. Bunda masih pusingkan?".
Saya senyum.
"Iya dek ... nggak apa-apakan, kalau beli dulu?. Bundร  rasanya ga kuat kalau harus masak"
"Gak apa-apa Bun. Nanti biar aku aja yang beli, soalnya aku mau sekalian beli tahu krispinya".

Haduuuh ... nih anak selalu aja ada alasannya, hehehehe. Tapi inisiatifnya, buat saya, sangat perlu untuk dihargai. Jadi ... sekedar tahu krispi mah, masih okelaaah ... ๐Ÿ˜„.

So, inilah menu pilihan Jani hari ini. Tumis kangkung, opor ayam dan telur, rendang hati empela (katanya khusus untuk Bunda hmmm ... good girl๐Ÿ˜™), dan gak boleh ketinggalan bawang goreng. Waktu saya bilang, buahnya apa? Spontan dia jawab "...PISANG GORENG!". Lha? ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ.


Mari semuanya, makan dulu ๐Ÿ˜˜

#Hariketigabelas
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Minggu, 10 Desember 2017

Jani si Manager Menu yang Handal (Hari 11)

Bismillahirrohmannirrohiim ...


Hari kesebelas.
Hari ini hari Minggu. Semalam saya sudah berjanji ke Jani dan kedua kakaknya untuk mengajak mereka untuk keluar pagi-pagi sekalian sarapan dan makan siang (ini salah satu cara emak menghindari masak di hari Minggu hehehe...). Girls days out, tanpa si Ayah. Awalnya sih, kami semua akan ke Solo, menghadiri pernikahan teman sepeda Ayahnya. Tapi karena anak-anak memilih untuk tidak mau menghadiri pernikahan, jadinya emak tetap menjalankan planning untuk days out bersama para anak gadis.

Saya usulkan untuk mencoba datang ke Pasar Karetan di daerah Boja Kendal, saat mereka bertiga sepakat memilih mall. Tapi, karena saya bilang kalau Pssar Karetan ini hanya ada cuma di hari Minggu dan menceritakan ada apa saja disana, mereka akhirnya tertarik juga untuk datang. So, berangkatlah kami berempat jam 09.00 wib dari rumah.

Dari lokasi rumah saya yang di daerah Manyaran
Ternyata lokasinya jauh juga hehehehe ... meski sambil beberapa kali tanya ke orang-orang dan mengandalakan Google Maps, sampai juga kami di Pasar Karetan - Radja Pendapa Camp. Langsung cari sarapan, karena memang sedari pagi belum makan. Karena banyak makanan tradisional (pecel, urap, nasi jagung, dll), dimana lidah anak-anak belum semuanya bisa masuk, saya usulkan untuk makan Soto. Mereka setuju. Saya biarkan Jani untuk belajar memasan makanan. Mulai dari menanyakan ke kedua kakaknya, apakah soto mereka mau ditambahin sate apa saja, sampai juga mau pesan minum apa. Habis makan, saya ingatkan mereka untuk menumpuk bekas makanannya agar memudahkan mbak dan mas nya untuk bersih-bersih.

Setelah selesai sarapan, kami mencoba untuk explore ada apa saja di Pasar Karetan ini. Selain tempat-tempat makan yang sudah di posisikan menyebar di beberapa area Radja Pendapa Camp ini, ada juga kegiatan-kegiatan yang melibatkan anak-anak. Saat kami datang, ada kegiatan melipat kertas, origami. saya tawarkan apakah Jani mau ikut, dia lebih memilih untuk ikut kedua kakaknya mengelilingi area Radja Pendapa Camp ini. Setelah puas, kami putuskan untuk pulang dan anak-anak meminta emaknya untuk mampir di McD, karena mereka ingin membeli es krim. Hmmmmm ... okey, baiklah, toh seraha jalan pulang juga.

Sampai di McD, antrian cukup panjang. Mb Nayya dan mb Danish bergantian untuk mengantri, emak dan Jani mencari meja untuk makan. Waktu kami mendapatkan meja kosong dengan banyak sekali sisa makanan yang bertebaran di atasnya, Jani cuma bilang "Bunda kudunya ngajarin juga, buat mereka bersihin sisa makanannya setelah makan" . Hehehehe ... emaknya cuma bisa nyengir ...

Meja kami yang bersih dari sisa-sisa makanan ๐Ÿ˜Š
Nah, saat kami selesai makan. Anak-anak dan saya langsung melakukan gerakan bersih-bersih setelah makan (karena kebetulan dekat tong sampah dan juga tempat makan di McD ini, tempat makan dari wadah kertas dan plastik yang bisa langsung dibuang setelah makan/minum. Kalau kejadiannya di rumah makan, maka saya anjurkan mereka untuk menumpuk bekas/wadah makan/minum di tengah meja).
Saya terus terang senang. Bahwa apa yang coba saya ajarkan dan tanamkan sikap ke Jani dan kedua kakaknya, sudah mampu mereka terapkan dimana saja. Saya tanamakn juga ke anak-anak, dalam hal sekecil apapun, lakukanlah hal-hal yang dapat mempermudah hidup orang lain, maka hidupmu pun akan dipermudah oleh si pemilik kehidupan.


Dan hari ini, dalam perjalanan pulang ...
"Nanti malam, aku mau nasi goreng ya Bun"
"Nasi goreng lagi?"
"Iya. Mbak mau jugakan nasi goreng?"
"Terserah dek", jawab keduanya kompak
"Okey, nanti malam kita makan nasi goreng lagi", sahut emak.



#HariKesebelas
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Kamis, 07 Desember 2017

Jani si Manager Menu yang Handal (Day 9)



Bismillahirrohmannirrohiim ...

Hari ke sembilan.
Gak terlalu mulus memang  melatih Jani menjadi si manager untuk urusan makan. Sepertinya saya, emaknya, kudu pelan-pelan nih, agak sedikit mengerem apa yang ingin saya latih. Menjaga moodnya tetap terjaga, bersemangat dalam melaksanakan 5antangannya.

Pagi ini, setelah semalam menentukan menu apa yang ingin dibawanya untuk bekal sekolah dan sekaligus menu makan siang keluarga (emak ngirit dooonk ...), Jani cukup antusias menyiapkan semuanya. Sambil ngemil tempe goreng, dia siapkan sendiri bekal sekolahnya dan juga sibuฤท bolak balik dari dapur ke meja makan untuk menyiapkan menu di wadah lauk (kebetulan, Jani suka banget dengan wadah lauk oval yang ada di rumah). Dan buatnya, kegiatan itu sangat menyenangkan, hahahaha ...

Menu sarapan dan siang sekaligus pilihan Jani. Untuk makan siang tinggal ditambah sayur bayam dan sambal cocol ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Sebelum berangkat sekolah, dia juga pesan agar saya jangan lupa untuk mencari-cari resep nasi bakar, karena dia pengen nasi bakar. Oalaaaa hahahaha ... baiklah dek. Nanti emak searching ya ... dan semoga ga males buatnya (emak nyerah soal makanan yang dibungkus pake daun, karena ga pernah bs bungkusnya, ribet banget wkwkwkww ...).

Hari ini, saya lihat Jani sudah mulai bisa menjalankan tantangannya. Waktu menentukan menu apa, dia juga selalu menawarkan ke kedua kakaknya, kira-kira ingin menu apa. Good point. Emak senang. Karena Jani sudah mulai bisa menerapkan fungsinya sebagai manager menu di keluarga, dengan start yang sangat baik. Waktu saya tanya, kenapa pake nanya-nanya dulu? Jawabannya sangat logis, dia bilang, biar nanti mb Nayya dan mb Danish juga mau makannya. Good answer, anak hebatnya bunda ๐Ÿ˜๐Ÿ‘๐Ÿผ๐Ÿ’—.

#HariKeSembilan
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBunSay
#MelatihKemandirian


Jani si Manager Menu yang Handal (Day 8)


Bismillahirrohmannirrohiim ...

Tantangan baru dimulai. Dan ini adalah minggu kedua untuk tantangan melatih kemandirian anak. Pembahasan tentang tantangannya, sudah dibicarakan sehari sebelumnya. Dan Jani sudah menetukan, apa tantangan melatih kemandirian yang diinginkannya.

Setelah di tantangan pertama yang saya nilai sukses, karena tidak hanya Jani konsisten menjalankannya, tapi saya melihat lebih ke perubahan sikapnya. Beberapa waktu lalu, saya sempat ditanyakan oleh Eyangnya, sedang ada apa sih di rumah? Soalnya Jani kok selalu bilang, "aku tuh lagi diajarin mandiri sama bunda, eyang ...  jadi aku harus tidur di rumah dan di kamarku sendiri. Disuruh beresin dan rapihin kamar dan tempat tidur juga kalo habis bangun pagi. Kalau aku nginap di Eyang, nanti bunda gak tau kalau aku tuh beresin tempat tidur".

Hahaha ... padahal eyangnya ngiming-ngimingi bakal dikasih uang buat ditabung kalau Jani mau menginap. Dia tetap kekeuh, pulang ke rumah. Emak senang dong, berarti nih anak semangat untuk menjalankan tantangannya. Dan Jani juga belajar mengambil keputusan apa yang terbaik untuknya. Rasa tanggung jawabnyapun dalam seminggu itu, saya lihat juga meningkat, semoga akan terus bertahan ya dek ... bukan karena euforia aja.

Nah, di tantangan minggu kedua ini, saya sudah sempat  posting di http://indahlarasichsan.blogspot.co.id/2017/12/berani-tidur-sendiri-day-7.html . Tantangannya adalah Jani berlatih mencuci piring sendiri sehabis makan. Tidak hanya itu saja, saya usulkan juga untuk melatihnya menyiapkan bekal sekolah sendiri,  dan sekaligus mencuci perlengkapan bekalnya sepulang sekolah. Disamping itu, emaknya juga berencana melatihnya untuk menentukan menu keluarga. Di tantangan kemandirian kali ini secara garis besar, Jani belajar tentang adab makan. Mulai dari merencanakan, menyiapkan, menyajikan dan membersihkannya. Dan saya membuatnya dalam rentang 10 hari ke depan, mulai dari hari ini ( 7-16 Desember 2017).

Hari pertama tantangan kedua ini, Jani sudah meminta saya untuk membuatkan bekalnya yaitu nasi goreng dan telur mata sapi (gak keburu di foto karena riweuhnya pagi hari yang harus bergegas). Sarapan sekotak susu dan seiiris bolu gulung ... cuzz berangkat sekolah.
Siangnya karena emak gak sempat masak (duh maaf ya dek ... kita beli aja yuuk), steak yang dibeli dekat rumah dimakannya sepulang sekolah, sebelum berangkat TPQ. Piring kotornya, belum sempet dicuci, sudah dicuci sama budhe Harni, yang bantu-bantu beberes rumah di keluarga kami. Iya, emak lupa kasih tahu budhe Harni, kalau dek Jani lagi belajar mecuci piring makannya sendiri ... (duh, ini mah emaknya yang teledor ya dek ... ). 
Jadi ya begitulah sekilas berita, kenapa di tantangan kali ini no foto.

Oh iya, saat ini saya hanya bisa setor Jani's Wall of Fame karya emak sebagai bentuk apresiasi terhadap keberhasilannya menjalankan tantangan Berani Tidur Sendiri. Wall of fame ini dipajang di ruang belajar/kerja di rumah kami. Dan Jani terlihat senaaaaang sekali ... Alhamdulillaah ...





Berharap, di tantangan ini Jani tetap semangat menjalankannya dan lebih antusias. Sama-sama ya dek, kita belajar .....

#HariKedelapan
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Rabu, 06 Desember 2017

Berani Tidur Sendiri (Day 7)

Bismillahirrohmaannirrohiim ...

Hari ini, hari ketujuh tantangan melatih kemandirian anak, one week one skill. Dan Jani "lulus" dengan baik. Selama tujuh hari berturut-turut, Jani belajar mandiri untuk tidur di kamarnya sendiri. Dan selama tujuh hari ini, saya melihat Jani sudah mulai terbiasa. Pada saat tidur malam, dia sudah mulai masuk kamarnya dan membereskan serta menata tempat tidur. Di awal - awal tantangan, saya memang harus berulangkali mengingatkannya untuk tidur di kamarnya sendiri.  Kadang, tengah malampun Jani masih sekali dua kali terbangun dan berpindah tidurnya ke kamar saya. Hahahaha .... dan saya harus bolak balik mengantarnya kembali ke kamarnya. Tapi, dua , tiga hari terakhir tantangan ini, Jani sudah tidak perlu diingatkan dan terbangun tengah malam. 

Walaupun tantangan ini tidak selalu berjalan mulus, tapi secara garis besar saya nilai berhasil. Di awal-awal tantangan, dihadapi dengan kondisi badannya yang tidak fit, tidak hanya membuat Jani tidak nyaman tapi juga membuat emaknya, berat untuk tetap konsekuen dengan kesepakatan yang sudah dibuat. Tapi, dengan meyakini Jani dan juga diri saya sendiri, bahwa apa yang kami lakukan ini akan menghasilkan kebaikan, so ... the show must go on, dan alhamdulillah ... semua dimudahkan.

Di dua hari terakhir, saya meningkatkan level untuk melatih kemandiriannya. Saya ajukan ke Jani, untuk membereskan dan merapihkan tempat tidur dan kamar setelah bangun pagi. Jani menyetujuinya dan berbagi tugas dengan mbak Danish, teman sekamarnya hehehe ...

Sampai tidurpun, kadang mereka masih rangkulan ๐Ÿ˜™

Tadi malam, saya sampaikan ke Jani bahwa hari ini adalah hari terakhir dia menyelesaikan tantangan minggu pertama ini. Tapi, saya memintanya untuk terus melakukan hal ini, tidur di kamarnya sendiri serta merapihkan dan membereskan tempat tidurnya setiap pagi, hingga minimal akhir Desember (saya ingin ini jadi habitnya). Malam tadi juga kami membicarakan apa saja yang harus ditingkatkan di tantangan kemarin. Kami sepakat untuk mencoba Jani bisa bangun pagi sendiri, yeeeeiiiii .... (setidaknya mengurangi polusi suara pada pagi hari ya ... karena emak selalu berkicau keras saat bangunin anak-anak). Selain itu, saya janji ke Jani, untuk membuatkannya Wall of Fame untuk keberhasilannya melewati tantangan, selain reward sebelumnya yang sudah kami sepakati. Dan untuk reward kali ini, Jani request di traktir makan! Aiiihhh ... let's go atuuuh dek ...


Untuk tantangan di minggu kedua ini, Jani meminta sendiri untuk melatihnya mencuci piring sendiri sehabis makan. Saya setuju. Saya usulkan juga kepadanya bahwa minggu kedua itu, emaknya juga akan melatih dia untuk menyiapkan bekal sekolah. Mulai dari pemilihan menu, menyiapkan sendiri bekal esok paginya hingga mencuci tempat bekalnya sepulang sekolah dan juga mencuci sendiri perlengkapan makannya. Yeeaaah, we"ll see ... apa yang akan terjadi di minggu kedua.

Rasanya minggu kedua bakal seru nih.
Emaknya sih berharap, Jani tetap konsekuen dengan pilihannya. Dan emaknyapun, konsekuen untuk melatih kemadiriannya. Insya Allah ya Nak ... kita sama-sama belajar. 


#HariKetujuh
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Senin, 04 Desember 2017

Berani Tidur Sendiri (Day 6)


Bismillahirrohmannirrohiim ...

Jani semakin konsisten menjalankan kesepakatan yang telah kami buat sebelumnya. Itu yang sangat saya rasakan di hari ke enam tantangan ini. 

Meski awalnya sempat protes, saat diminta membereskan tempat tidur dan kamar, di pagi hari, karena dia merasa, mb Danish harus ikut membantunya. Dan akhirnya mereka berdua kompak untuk membereskan dan merapikan kamar dan tempat tidur. Entah bagaimana negosiasinya mereka berdua itu. Setelahnya, pembagian tugaspun tercapai. Mb Danish kebagian membereskan buku-buku pelajaran dan merapikan kamar, dan dek Jani tugasnya membereskan dan merapikan tempat tidur. 

Malam ini dilewati dengan obrolan seru kakak beradik ini. Lewat jam sepuluh malam, masih aja asyik ngobrol, cerita, bercanda. Si emak sampai berkali-kali mengingatkan untuk segera tidur. Segala macam ditanyakan, apakah sudah beberes perlengkapan sekolah? PR apakah sudah dikerjakan? Besok ada tugas prakarya atau tidak ... pokoknya semua dicek sama emak. Dan jawaban mereka kompak, sudah semua buuuun ...

Karena mereka asyik ngobrol dan gak tidur-tidur, masuklah saya untuk mengecek, apa sih sebenarnya yang sedang mereka lakukan? Kakak beradik ini malah asyik main pasaran dan peran sama beberapa boneka kesukaan Jani. Haduuuuhhhh ... bakalan betah melek nih anak-anak, padahal emaknya sudah gak kuasa nahan kantuk.


Nyengir tanpa dosa waktu si emak ngintip ke kamarnya. Ealaaah nduuuk ..... ๐Ÿ˜€


Saya akhirnya mengingatkan Jani bahwa besok berangkat pagi, kalau bisa sih, berngkat sekolahnya barengan dengan mb Nayya dan mb Danish, agar tidak telat unutk megikuti apel sekolah berkarakter (yup, di sekolahnya setiap hari Senin sampai Kamis, 15 menit sebelum jam tujuh pagi, para siswa apel pagi). Saya minta untuk segera beberes buku dan mainnya dan segera tidur. Saya kasih waktu 10 menit untuk beberes dan kembali lagi ke kamarnya . Saya lihat, Jani sudah mapan posisinya untuk tidur. Saya ingatkan untuk berdoa dan tidak sampai lima menit, akhirnya tertidur pulas hehehehe ...

Dan di pagi hari ini, tanpa susah payah membangunkannya, si bungsu ini mencoba untuk segera beberes kamar dan siap-siap untuk mandi pagi. No drama no tipu tipu hahahha ... lancaaarrrr kayak jalan tol, bebas hambatan!


Beresin tempat tidur setelah bangun pagi ๐Ÿ˜˜

Good Job, my "honey bunny"nya emak ❤❤❤

#HariKeenam
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#MelatihKemandirian
#KuliahBunsayIIP

Berani Tidur Sendiri (Day5)



Bismillahhirrohmannirrohiim ...

Di hari kelima tantangan melatih kemandirian anak, dengan kondisi yang masih belum fit 100%, Jani tetap menjalankan komitmen untuk tidur di kamarnya sendiri. Meski di hari kelima ini, tiga kali dia terbangun dan meminta emaknya untuk kembali menemaninya tidur di kamar. Baiklah ... meski bolak balik harus terbangun, Jani ga pake rewel untuk kembali tidur di kamarnya. Saya maklumi, mungkin tidurnya tidak begitu nyenyak karena kondisinya yang masih belum sempurna fit.

Saya memperhatikan, Jani sudah mulai memuculkan habitnya untuk tidur di kamarnya sendiri. Tidur malam kali ini, Jani sudah menyiapkan tempat tidurnya sendiri, menata bantal, guling dan selimut butut yang disenanginya hehehehe ... dan minum obat sendiri. Saya hanya memantaunya. Karena malam ini, mb Danish (yang sekamar dengan Jani masih mengerjakan PR) maka Jani request ke saya untuk dibacakan cerita sebelum tidur. Meski lelah (karena habis menyetir perjalanan ke luar kota), saya membacakan cerita dari buku yang dipilihnya. Kadang Jani minta baca cerita ini diulang, hmmmm ... akhirnya emak punya cara untuk membaca sambil direkam. Jadi, kalau membacanya sudah selesai, tinggal putar ulang lagi hehehehe ... maafin bunda ya Nak, karena mata bunda sudah gak bisa diajak kompromi (sayang sekali, saya berkali-kali gagal meng"upload" rekaman suara saat saya bercerita. Sepertinya, kudu berguru dulu nih ama pakarnya)

Malam tadi juga saya sampaikan ke Jani, untuk memintanya membereskan tempat tidur setelah bangun pagi. Meningkatkan sedikit level kemandiriannya. Meski hasilnya belum sempurna, tapi gak apa-apa, toh emak sudah siap menyingsingkan lengan baju untuk merapikannya kembali hahahha ...

Hasil beberes Jani ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜š

Oia, sebelumnya saya sampaikan juga ke Jani, apakah emaknya boleh merapikan kembali, tempat tidur yang sudah dirapikannya? Hal ini saya lakukan agar dia tetap merasa, apapun hasil kerjanya, saya tetap menghargainya terlebih dahulu. Gak sekonyong-konyong saya langsung merapikan kembali. Meminta persetujuannya terlebih dahulu adalah salah satu cara saya belajar menghargai pendapat anak saya. Dan jangan bilang, aaah gampalah itu ... sebelum mencoba untuk melakukannya.

Janganlah ego kita sebagai orang tua, menutup mata hati kita untuk mau belajar menjadi lebih baik.



#HariKelima
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian




Sabtu, 02 Desember 2017

Berani Tidur Sendiri (Day4)



Assalammualaikum wr wb ...

Masuk hari keempat, tantangan melatih kemandirian ... yeeeeiiiii!
Dan, malam ini, emak ketar-ketir karena si bungsu kondisinya lagi tidak fit. Panas disertai  batuk pilek. Biasanya dengan kondisi seperti ini, Jani maunya tidur sama saya. Dan sayapun biasanya juga, akan menempatkannya di kamar tidur saya.

Malam ini, karena sudah berusaha untuk konsisten dengan kesepakatan yang telah kami buat berdua, saya tetap meminta Jani untuk tidur di kamarnya sendiri. Tapi, malam ini ... saya menemaninya di kamar sampai dia tertidur.

Saya tetap kekeuh dengan kesepakatan yang telah kami buat, karena melihat kondisi Jani masih bisa teratasi dengan obat dan banyak istirahat. Setelah minum obat, panasnya sudah mulai menurun. Sedikit lebih rewel pasti, sangat bisa saya maklumi. Saya meyakinkannya bahwa kondisinya akan segera membaik jadi tidak perlu khawatir. Meski dengan wajah yang ingin menolak usulan emaknya untuk tetap tidur di kamarnya sendiri, tapi si bungsu ini akhirnya mau juga  tidur di kamarnya sendiri dan gak pake drama, huahohoho ... itu yang terpenting, no drama, keren ya. 
Saya yakinkan ke Jani juga bahwa kondisinya yang tidak fit saat ini,  akan segera membaik bila dia minum obat dan banyak istirahat. 

Meski, jujur ... sebenarnya sayalah yang tidak tega melihat dia tidur di kamarnya dengan kondisi badan yang kurang fit. Hahaha ... mamak galau malam ini. Tapi sayapun meyakini diri bahwa kondisinya masih dalam batas wajar and everything under controll, jadi ya ... jalanin ajalah. Meskipun malam ini, emak gak bisa tidur pulas, karena setiap 15 menit mengecek, panas tubuhnya. Alhamdulillah ... panas turun dan Janipun tertidur lelap.

Tantangan Berani Tidur Sendiri buat Jani ini, akan berlanjut hingga tujuh hari. Dan semakin hari, saya melihat Jani semakin terbiasa. Meski belum terlalu lancar dan setiap malam saya masih harus mengingatkannya untuk tidur di kamarnya sendiri, tapi selama saya melihatnya menjalankan tantangan ini rutin, no drama ... buat saya itu sudah cukup menunjukkan keberhasilan kecil yang harus saya syukuri. Tantangan buat saya juga, untuk menjadikan perilaku ini menjadi habit Jani. 

Maka sejatinya, di saat anak belajar, kitapun sebagai orang tua, haruslah mau juga ikut belajar. Itu pilihan saya, belajar bersama untuk siap menjadi orang tua bagi anak-anak saya ❤❤❤


Senyum sumringah ditemenin tidur sama bunda


#HariKeEmpat
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Jumat, 01 Desember 2017

Berani Tidur Sendiri (Day3)


Assalammualaikum wr wb 

Sampai juga di hari ketiga tantangan melatih kemandirian, alhamdulillah ... Meskipun di hari kedua, berjalan tidak begitu mulus.

Di hari ketiga ini, Jani sudah mulai terlihat patuh dengan kesepakatan yang sudah kami buat sebelumnya. Saat tahu bahwa Ayahnya berada di luar kota, ini berarti bunda hanya sendirian di kamar, Jani tetap tidak minta untuk tidur malam ini sama saya. Biasanya, bisa dipastikan dia akan tidur di kamar saya dan si emak inipun akan sengaja mengajaknya untuk tidur bersama di kamar bunda, hehehehe ...

Setelah pulang dari rumah eyang, emak ini sudah mengingatkan bahwa Jani harus tidur cepat, karena besok bangun lebih pagi dari biasanya, berangkat sekolah bareng dengan mb Nayya dan mb Danish. Dan juga karena tidak ada Ayah yang mengantar, maka mau tidak mau, mereka harus berangkat sekolah bersama, karena emaknya "ogah" untuk antar bolak balik (sekolah mereka kebetulan berbeda, dan biasanya kalau ada pak suami di rumah, maka saya dan suami berbagi tugas mengantar sekolah. Pak Suami mengantar mba Nayya dan mb Danish dan emak mengantar Jani).

Waktu saya sampaikan hal ini, si bungsu saya ini gak protes. Sampai rumah, langsung membereskan perlengkapan sekolahnya untuk esok hari, cuci kaki, tangan, sikat gigi dan langsung masuk kamar tidur bersama mb Danish. Ga pake drama .... aaah, senangnya emak hari ini. Good girl ❤❤❤



#HariKetiga
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Kamis, 30 November 2017

Berani Tidur Sendiri (Day2)



Assalammualaikum wr wb ...

Setelah sukses jaya di hari pertama game level 2 tantangan 10 hari melatih kemadirian, masuk di hari kedua ini, jujur ... agak sedikit deg-deg'an. Takut mood Jani, si bungsu saya ini berubah. 

Hari pertama tantangan yang no drama, muullussss ... kayak wajah artis Korea, jujuuurrr ... jadi moodbooster banget buat emaknya untuk menjalankan dihari kedua dan seterusnya, sesuai dengan kesepakatan yang sudah saya buat dengan Jani.

Tapi, memang kadang mood itu berubah cepet banget. Dan Jani, sudah mulai menunjukkan tanda-tanda yang bakal buat tantangan di hari kedua ini, tidak semudah seperti hari pertama.

Sepulang dari TPQ, Jani langsung pulang ke rumah Eyangnya, kebetulan tempat TPQ memang di belakang rumah Eyang, jadi tinggal ngesot, nyampe deh. Saya ditelponnya, memberitahu kalau dia mau tidur di rumah Eyang karena besok libur. Jani memang sering menginap di rumah Eyang kalau malam minggu. 

Kalau Jani ngotot untuk menginap di rumah Eyangnya, wah, bisa kacau nih program belajarnya ... 


"Adek benaran mau menginap di Eyang?""Iya, bolehlah ya bun. Kan besok libur?", rayunya."Wah, berarti ga bisa belajar mandiri dong buat berani tidur sendiri, malam ini?. Kan harus kita lewati selama tujuh hari dek""Hmmm ... ya udah deh, nggak jadi bobok di Eyang. Tapi, besok pagi-pagi, dek Jani main ke Eyang ya bun"."Boleh dek ... besok ke Eyangnya, Bunda anterin deh"



Yes, akhirnya ... malam ini proses belajar berlanjut. Karena besok libur, maka si bungsu ini meminta ijin untuk nonton televisi sebelum tidur. Okelah, emak mengijinkannya dengan syarat, sebelum nonton bersihkan dan siapkan tempat tidur dan sikat gigi terlebih dahulu. Jadi, kalau nantinya tertidur di sofa, emak tinggal gendong , pindahin ke kamar. Dan, nggak sampe 10 menit nonton televisi, Jani sudah tertidur.

Berhasil donk tantangan hari kedua ini? Hahahaha ... ternyata gak semulus itu. Sekitar jam 01.00 dini hari, tiba-tiba aja ada yang nyelonong masuk kamar bundanya. Si bungsu ini, ngetok pintu kamar, dan dengan cueknya langsung aja bobok. 
Waaaahhh ... alamat gagal total nih tantangan kedua. Jadi, si emak inipun mulailah mengeluarkan jurus, merayu membangunkannya dan mengajaknya untuk pindah ke kamarnya sendiri. Meski agak lama prosesnya dan dengan wajah yang bersungut, si bungsu ini akhirnya mau juga kembali ke kamarnya tidurnya sendiri. Yeeeeiiiiii .... Alhamdulillah. Meski, di waktu subuh selepas menjalankan ibadah dan menyiapkan beberapa kebutuhan pak suami yang mau berangkat ke Jogja , nih anak udah ada aja di tempat tidur bundanya, ngelanjutin tidur hahahaha .... 

Iya, di hari kedua ini, prosesnya tidak terlalu lancar. Nggak masalah ya dek, namanya juga belajar, gak selalu lancar jaya kan? Kalo lancar jaya, itu mah nama bis hehehehehe ... Tapi, yang menyenangkan buat saya, emaknya, Jani sudah mulai belajar untuk konsekuensi dengan apa yang sudah kami berdua sepakati sebelumnya. Menahan diri untuk tidak jadi menginap di rumah eyang, agar proses bejar mandirinya berjalan sesuai rencana, dan juga gak pake drama waktu harus dipindahkan kembali ke kamar tidurnya.

Good job honey bunny bunda .... kita belajar sama-sama ya. Semoga, di hari-hari selanjutnya, dek Jani semakin istiqomah buat belajar mandiri. 
Love love love dari emak ❤❤❤


#HariKedua
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihMandiri







Rabu, 29 November 2017

Berani Tidur Sendiri (Day1)



Assalammualaikum wr wb ...

Yeeeiiiii ... Akhirnya masuk juga di bulan ke 2 kuliah Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Ini berarti, saatnya memulai tantangan game level 2. Di game level 2 ini, kami para peserta ditantang untuk membuat program One Week One Skill dalam hal kemandirian. Tantangan ini boleh dilakukan dengan pasangan ataupun salah satu anak, selama minimal 10 hari berturut-turut dan maksimal tidak terbatas waktu, tergantung komitmen yang dibuat.

Untuk tantang kemandirian ini, ketiga anak saya, saya tawarkan terlebih dahulu, siapa yang kira-kira bersedia menjadi "project si Bunda" hehehehe. Dari ketiganya, anak saya yang paling kecil, Jani (8 tahun) yang paling antusias untuk bisa jadi bagian dari project bundanya. Wah, kebetulan juga sih sebenarnya ... karena ada beberapa hal seputar kemandirian, yang selama ini, saya anggap Jani belum mampu melakukannya dan hanya dapat saya "batin" aja, tanpa ada tindakan untuk merubahnya menjadi lebih baik. 

Banyak faktor yang menyebabkannya. Salah satunya, sebagai anak paling kecil, si bungsu ini kadang memanfaatkan posisinya. Jadi lebih manja dan selalu ingin dilayani dan diperhatikan. Kadang, saya juga sih sebagai emaknya, masih kangen untuk "usel-usel" dia dan lebih banyak membiarkannya untuk bisa lebih manja. Yesss, tipikal emak-emak banget sebenarnyakan ya, yang ngerasa kenapa anak-anak ini tumbuh cepat sekali, dan rasanya belum bisa move on untuk lihat mereka tidak tergantung sama emak. Nah, Jani kadang tau banget perasaan emaknya yang lebay gini, maka semakin susahlah saya untuk bisa membuatnya menjadi lebih mandiri.
Jadi, pas bangetkan ya ... saat saya butuh penguatan untuk melatih kemandirian si bungsu ini, ccrriiiiiiinnngggg ... topik yang sama untuk tantangan di game level 2 ini. 

So, ini dia step-step yang saya lakukan dengan Jani demi suksesnya tantangan game level 2 emaknya.

  1. Mengajaknya berdiskusi menentukan apa yang akan kita lakukan di tantangan tersebut. Hasil dari obrolan saya dengan Jani, kami sepakat tantangan yang kami lakukan adalah :
    1. Minggu 1 : Belajar Tidur di Kamar Sendiri 
    2. Minggu 2 : Membereskan dan merapihkan kamar tidur
    3. Minggu 3 : Belajar mencuci piring
  2. Menyepakati konsekuensi apabila tantangan tersebut dilakukan/tidak. Adapun konsekuensi yang kami sepakati, apabila Jani bisa menyelesaikan tantangannya dengan baik, maka akan mendapatkan reward dibelikan satu buah buku cerita atau ditraktir makan (dia yang menentukani tempat makannya, duuuhhh ... hahahha baiklah). Tapi, apabila tantangan yang dilakukannya gagal, maka No gadget di hari Sabtu dan Minggu (Saya menerapkan aturan, gadget hanya boleh pada hari Sabtu dan Minggu atau hari Libur).
Saya memang mengajaknya untuk terlibat dalam membuat keputusan, agar Jani dapat lebih bertanggung jawab dengan tindakannya. Dan juga, agar si bungsu ini senang melakukannya tanpa merasa terpaksa atau beban.

"Kapan dedek mulai tidur di kamar sendiri?"
"Kalau malam ini, dek Jani ... mau?
"Mau" 
"Oke ... gimana kalau kita ganti spreinya dek?"
"Aku yang pilih ya Bun. Oia, aku mau ambip sarung sekalian, buat tidurnya".

Dan Janipun langsung mengajak saya ke lemari untuk memilih seprei yang dia mau dan belajar memasang seprei, sarung bantal dan guling sekalian. Saya dimintanya untuk foto dan memvideokan apa yang dilakukannya (malah emaknya hampir lupa loh hahahaha ...). Seneng sih si emaknya liat dia antusias. Pertanda baik, hehehehe .... ร  

Setelah urusan memasang seprei, sarung bantal dan guling
selesai, si bungsu ini mengajak mba Danish untuk masuk kamar, dan mendengarkannya cerita. Sudah ngantuk sepertinya. Nah biasanya, pas di momen ini, Jani akan rewel untuk masuk ke kamar saya dan minta saya "ngelonin"nya. Atau meminta Ayahnya untuk mngelus-elus punggungnya sampai dia tertidur. Biasanya yang terjadi, saya akan mengeloninya sambil ikut tidur pula atau Ayahnya akan senang hati mengelus-elus punggungnya dan ikut tertidur juga. Jadilah, si bungsu ini akan tidur sampai pagi di kamar kami. Dan itu selalu seperti itu hampir tiap malam.

Tapi, malam ini ... saya mengamatinya dari ruang keluarga, lebih tepatnya mendengar pillow talk mereka berdua (Jani dan mb Danish) soal teman-teman sekolahnya sampai akhirnya suara mereka tidak terdengar lagi. Sudah tidur ternyata. Yeeeiiiiii .... hari pertama tanpa drama dan Jani sangat kooperatif sekali. Good girl, honey bunny nya Bunda.


Tidur dengan sarung kucel yang setia nemenin ๐Ÿ˜


#HariPertama
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian




Seribu Cerita Dari Dapur

Dapur? Ini bagian rumah yang tidak terlalu sering saya sentuh. Bukan karena tidak bisa masak, tapi karena memang saya tidak begitu suka ...