Apa sih yang bisa membuat saya merasa sangat spesial dan bahagia? Pak suami yang tiba-tiba romantiskah? atau berat badan yang dratis turun?*ngga mungkin banget ini mah ... bukan itu semua. It's so simple. Hanya saat Nayya, si ABG saya ini bilang bahwa dia jauh lebih menyukai emaknya yang sekarang. Buatnya, emaknya yang sekarang ini, jauh lebih menyenangkan ... lebih keren! Yeeeiiiiii ...
![]() |
| Sumber gambar : google |
Yes, right ... sebagai orang tua, kadang saya merasa punya kekuatan untuk menentukan benar salah atas pemikiran dan tindakannya. Meski secara teori saya tahu bahwa apa yang saya lakukan tidak benar tapi heelllooowww ... ga segampang itu loh menerima realitanya. Ga mudah untuk bisa menetralkan posisi ini menjadi "pendengar" yang baik tanpa gatal untuk menilai dan menceramahinya.
Tapi, mau sampai kapan?
Jujur ... capek loh menjadi egois dan kebawa emosi itu. Bawaan saya mah kalo sudah begitu, lapaaaarrrrrr .... wkwkwkwwk
Yes, I get the point, why I never get slim anymore ...
Ada saat-saat dalam diam, saya seringkali merasa betapa belum sempurnanya saya sebagai istri dan terutama Ibu bagi anak-anak saya. Waktu saya yang juga tersita untuk pekerjaan di ranah publik harusnyalah saya bayar dengan kehadiran saya yang lebih baik di mata mereka. Pernah saya tanyakan ke anak-anak, apa sih yang mereka harapkan dari saya sebagai ibunya? Jawaban mereka sungguh sederhana, mereka hanya ingin saya lebih sering tersenyum! (heeeiiisss ... udah cetakannya Nak, muka emakmu ini jutek! hahahaha ...). Jawabannya, sungguh diluar perkiraan saya. Saya pikir mereka akan protes karena saya galak, pelit, cerewet, atau karena saya sering ke luar kota untuk urusan pekerjaan, atau alasan-alasan lain yang sejenis deh ... tapi, emaknya ini cuma disuruh sering-sering senyum. Hohohoho ...
Dari situlah, saya menyadari bahwa sebenarnya tidak ada tuntutan yang luar biasa dari anak-anak saya kepada saya sebagai emak mereka, meski saya tahu banget kalau mereka sadar emaknya jauhlah dari sempurna. Penerimaan mereka akan segala kekurangan saya, sungguh membukakan mata hati saya bahwa untuk menjadi emak terbaik buat mereka adalah tumbuh bersama mereka. Menemani mereka menjalani hal-hal hebat yang mereka alami ataupun ada disaat-saat terburuk mereka. Ada untuk mereka. It's priceless, mak!
Sungguh sebuah tantangan besar untuk merubah diri saya menjadi pendengar yang baik akan cerita-cerita mereka yang dulu saya anggap remeh temeh. Bersabar dengan segala kekonyolan dan ketidaktahuan mereka. Belajar memahami selera musik mereka (duuuh, sampai sekarang saya masih belum klik ama selera musik Korea mereka hahaha ...). Meski seringkali dengar ceplosan ..." duh Bun, ini lagi hits, masa ga tau sih? Wah, bunda kudet", biarlaaaaah nak ...
Gak apalah kudet (kurang up date aka ndeso hehehehe...), soal selera yang jauh beda ini memang gak bisa ditawar. Kuping emak masih belum bisa move on dari musik era 80"s, 90" dan awal tahun 2000an ... Sade, Light House Family, Queen, Padi, Slank .... wkwkwkwk.
Oh ya, untuk hal inipun saya harus siap untuk hal-hal konyol yang dilakukan bersama mereka hihihi ...
Oh ya, untuk hal inipun saya harus siap untuk hal-hal konyol yang dilakukan bersama mereka hihihi ...
Memantapkan semua perubahan yang saya lakukan itu, dari sebuah tantangan di Komunitas yang saya ikuti, komunitas Institut Ibu Profesional iipsemarang.blogspot.com. Tantangan 10 hari berkomunikasi secara produktif. Mengapa saya bilang memantapkan? Karena hal ini sering saya coba tapi tidak konsisten. Sehingga saya gak pernah merasakan hasilnya. Tapi, di game level 1 Tantangan 10 hari ini, saya "dipaksa" untuk melakukannya secara konsisten. Dan yang saya dapatkan adalah, saya berhasil mendapatkan respon dari si ABG ini (oh iya, di game ini, saya memang melakukannya dengan Nayya, si ABG saya) dan yang menyenangkannya lagi, efek dari apa yang saya lakukan ke Nayya, berdampak secara tidak langsung ke adiknya, Danish dan Jani.
Jujur ... saya awalnya agak under estimate dengan tantangan ini. Saya ga yakin akan merasakan perubahannya. Saya ga yakin 100% akan hasilnya. Masak sih, hanya 10 hari bisa merubah sikap? Wong selama ini aja saya gak pernah berhasil dan itu sudah berjalan lama loh ... bertahun-tahun.
Meski diawali dengan keraguan, bismillahirrohmannirrohiim ... si emak ini menyiapkan hati untuk melaksanakan dan menuntaskan tantangan ini meski hanya menuntaskan tantangan minimum, 10 hari berturut-turut. Dan tanpa harapan yang besar bahwa tantangan ini akan menghasilkan respon yang menyenangkan. Saat itu hanya kepikiran untuk menuntaskankan tugas, pengguggur kewajiban saja.
Jadi, kuncinya memang di konsistensi. Pada saat kita melakukan sesuatu dengan konsisten, maka secara tidak langsung memperlihatkan dan mengajarkan juga kepada si anak, bahwa kita sebagai orang tuanya memang berniat untuk berubah menjadi lebih baik, sehingga merekapun memantapkan diri untuk melakukan hal yang sama. Saya mah percaya, bahwa tidak ada hal yang sia-sia apabila kita sudah berusaha. Dan, sikap itu menular! Saya meyakini ini. Saat saya berbuat baik maka akan menularlah sikap baik itu.
Dan yang terpenting, sebelum saya ingin mengubah sesuatu, saya dululah yang harus berubah. I must to change first if I want something to change.
#proudmother
#sweetdaughter
#changefirst
#iipsemarang
#aliranrasa
#level1
#kuliahbunsayIIP
#iipsemarang
#aliranrasa
#level1
#kuliahbunsayIIP
#komunikasiproduktif


Kereen mbak aliran rasanya. Moga2 setahun ke depan kita bisa lebih konsisten ya ngerjain tantangannya. Dan yang pasti dapat bonus besar manfaat dari setiap tantangan yg kita kerjakan.
BalasHapusHaiii mb Nurul ... waktu pertamakali ngepost ini, malah gak ngerti kalau ada tugas aliran rasa hehehehe .... boleh donk ya ini dipake *keathuan ya malesnya bikin lagi ...
HapusAamiin ... semoga "belajar"nya kita ketiban "bonus besar manfaat" ya mbaaak ...
Nice post, mak....
BalasHapusMemang tidak ada yang lebih menyenangkan selain melihat anak jadi lebih nyaman sama kita yaaa. Semoga kita bisa jadi pribadi-pribadi yang semakin diidolakan dan bikin senang anak-anak, aamiin.
That's the point yang selama ini saya cari mbak.
HapusIntinya mah, gak percuma emaknya belajarlah .... hahahaha .... rewardnya itu loh .... bikin hati emak berbunga-bunga
Keren mba ind...
BalasHapusAh de Dhika ... tulisanmu rajin loh aku baca. Masih jauh amat dibanding dirimu yang sudah luar biasa sekali nulisnya.
HapusIni mah cuma curhat emak-emak mature yang galau, yang kadang ga punya temen ngobrol yang asyik wkwkwkwk ....