Minggu, 07 Januari 2018

Hal-hal Baru yang Menyenangkan (Day5)


Bismillahirrohmannirrohiim ...

Hari kelima.Apa yang paling menyenangkan dalam hidupmu?Pasti akan bermunculan hal-hal mulai dari yang simple sederhana sampai dengan yang wah luar biasa, yang akan menjadi pilihan banyak orang. Setiap orang punya hal yang berbeda, yang bisa membuatnya merasa senang atau bahagia. Boleh dan sah-sah saja kok.


The Happiness Project milik Jani ini, saya menitikberatkan bahwa berbuat baik adalah hal yang menyenangkan. Sekecil apapun itu. Bahkan saya seringkali menyampaikan ke anak-anak bahwa saya, emak mereka ini, lebih BUTUH anak yang baik dibandingkan anak yang PINTAR. Karena buat saya, baik itu menjadi urutan pertama. Baik itu harus menjadi karakter hidup yang kita pilih. Pintar itu bonus. Itu menurut saya ... dan saya sadar bahwa setiap orang pasti punya nilai hidup yang berbeda-beda dan saya menghormatinya.

Baik menjadi manusia itukan cakupannya luas banget. Berat kali rasanya kalau ngobrolan hal ini ke anak kecil usia 8 tahun. Meski kadang-kadang, saya merasa ngobrol dengan orang tua saat berbicara dengan Jani, hahahaha ...

Jadi, dengan misi emakya untuk melatih nak bungsunya ini menjadi sangat terbiasa dan senang tentunya dengan perbuatan baik ini, maka lahirlah The Happiness Project milik Jani. Iya ... saya seringkali mengulang-ulang kata senang dan bahagia ini, agar dia merasa bahwa berbuat baik itu memang menyenangkan yang dampaknya akan meyakinkan Jani bahwa perbuatan baik itu adalah kewajiban tanpa pamrih. 


Daun kebaikan di hari kelima 💙
Dan ... laporan Jani kemarin, karena dia masih berada di rumah eyang dalam esdisi nginap-menginap ini, bahwa hari itu (Minggu pagi) dia membantu mb Ida (asisten rumah tangga di rumah eyang) membawa belanjaan. Belajar naik angkutan umum (naik angkot) dan makan bubur ayam di pinggir jalan.

"Aku nggak rewel loh Bun", sambarnya sebelum saya sempet mengomentari.
"Bagus itu, kalau rewel malah nanti mb Ida repot donk".
"Kemarin, aku bantuin mb Ida bawain belanjaan. Itu termasuk berbuat baikkan, Bun?"
"Iya donk ... dek Jani, senang bantuin mb Ida?"
"Senang, mb Ida juga senang dibantuin aku. Buktinya aku ditraktir makan bubur ayam. Ternyata enak juga Bun bubur ayamnya. Padahal belinya bukan ditempat yang Bunda biasa beli. Mb Ida nggak tau tempatnya. Jadi ... yang ada aja kata mba Ida. Dan aku habis sate ususnya sampe tiga loh Bun", ceritanya tanpa jeda.
"Aku juga suka naik angkot, karena banyak anginnya. Cuma suka berhenti lama. Enakkan naik BRT, gede ... dingin juga karena pake AC. Kalo angkot nggak ada ACnya, tapi aku suka juga kok", sambungnya.

Wah, seru juga ternyata apa yang dilakukan Jani sama mb Ida (oia, mba Ida ini hadir di tengah-tengah keluarga besar kami, saat Jani berusia 4 bulan, dan sering juga bantuin saya momong Jani, jadi ... seringkali Jani nganggap Ida itu emak keduanya hahahaha...)

Tanpa sadar, Jani banyak belajar kemarin. 
Membantu orang lain, belajar memahami kondisi dan situasi yang baru dan juga mau mencoba hal-hal baru yang menyenangkan baginya. 
Saat bercerita dengan sayapun, matanya berbinar dengan mulut yang tak henti tersenyum.
Senangnya, melihat dia begitu antusias denga hal-hal yang sesimple itu.

Enjoy it my girl.


#tantangan_hari_ke_5
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.

Seribu Cerita Dari Dapur

Dapur? Ini bagian rumah yang tidak terlalu sering saya sentuh. Bukan karena tidak bisa masak, tapi karena memang saya tidak begitu suka ...