Bukan maksud saya untuk memaksa Jani meyenangi matematika, pelajaran yang paling "dihindarinya". Tapi, lebih kepemahaman Jani akan operasi bilangan. Perkalian, pembagian, penjumlahan dan pengurangan adalah operasi bilangan standar dan itu menurut saya, mutlak dipahami bahkan sama seseorang yang tidak menyukai matematika sekalipun. Dan untuk sampai ke tingkat pemahaman, memang butuh waktu yang agak lama untuk Jani, bila menyagkut angka. But its okey ... emak kudu sabar dan setroonnnggg 💪💪💪
Metode rekaman yang saya cobakan ke Jani adalah sebagai salah satu cara, yang ... siapa tahu, jadi cara "tercepat" Jani untuk memahami konsep tersebut. Melihat dua kali percobaan melalui rekaman, sepertinya kurang berhasil (sebanarnya nggak juga ya, karena baru 2x dan saya merasa masih bisa kok dieksplore lagi), saya coba dengan "meramu" beberapa cara, berharap menemukan metode yang paling disukai Jani untuk belajar matematika.
Jani yang linguistk auditori ini memang dominan untuk berbicara. Berpikir dengan kata-kata, menyukai buku, permainan kata-kata, bercerita dan menceritakan, maka ... buku yang komunikatif jadi pilihan saya. Kebetulan, emak nyimpan beberapa buku cerita tentang matematika (hasil berburu buku diskonan hehehehe ...) dan ini saatnya si buku kita keluarkan kembali (dulu ... dipake sama kedua kakaknya dan sempat "menghilang" buku-buku ini. Alhamdulillah, sekarang ketemu lagi, setelah bongkar gudang dan kardus-kardus .... uuuffttt nyelip diantara tumpukan buku yang akan disumbangkan. Okey, kita pinjam sebentar dulu ya bukunya).
Awalnya sih Jani tertarik dengan ceritanya. Gambar di bukunyapun memancing perhatiannya. Saya tawarkan ke dia untuk menyelesaikan ceritanya terlebih dahulu, kemudian baru nanti didiskusikan satu persatu. Tapi, dia meminta saya untuk membacakannya. Pada saat kami mendiskusikan soal kelipatan dan hitung-hitungan yang ada di buku cerita, saya membutuhkan alat bantu lain, yaitu kertas dan kalender bekas untuk menggambarkan ulang dan maksud dari isi cerita mengenai kelipatan tersebut. Dan diapun teteeeeepppp, meminta emaknya untuk bercerita sambil menerangkan maksudnya hahhahaha ...
Ini adalah percobaan pertama menggunakan buku yang komunikatif. Meski buku ini sudah dilengkapi dengan gambar yang menarik dan cerita, untuk memahaminya Jani masih harus menggunakan media tambahan, yaitu kertas dan kalender bekas. Waktu saya menerangkan hanya dengan memperlihatkan, dia masih tidak paham. Kemudian saya memintanya untuk menulis di kalender dan melakukan apa yang dia baca dicerita tersebut. Sambil menernagkan maksud dari angka-angka yang tertulis di buku cerita tersebut. Disini, dia mulai paham dan cukup mengerti mengenai konsep operasi bilangan kelipatan.
Saya lihat, dengan cara ini, Jani masih membutuhkan arahan dan bantuan dari saya untuk memahami ceritanya. Dipercobaan pertama dengan buku komunikatif ini, belumlah terlalu sukses. Tak mengapa, karena ini semua proses belajar. Tapi, dari percobaan ini saya semakin meyakini bahwa Jani sangat menyukai belajar dengan metode diskusi. Selalu di sesi ini, dia bisa terlihat "lepas" dan saya sebagai "lawan" diskusinya cukup paham bahwa dari "perbincangan" kami di sesi diskusi itu, dia memahaminya.
Begitupun dengan belajar matematika ini. Saya harus membuat "sesi diskusi" dulu sama dia. Mengapa ini harus dikalikan, dibagi, dikurangi atau dijumlah. Okelah ... besok kita coba lagi dengan metode buku dan alat peraga ya ... siapa tau, metode ini hasilnya bisa lebih baik. Yes, we"ll see ...
Saya lihat, dengan cara ini, Jani masih membutuhkan arahan dan bantuan dari saya untuk memahami ceritanya. Dipercobaan pertama dengan buku komunikatif ini, belumlah terlalu sukses. Tak mengapa, karena ini semua proses belajar. Tapi, dari percobaan ini saya semakin meyakini bahwa Jani sangat menyukai belajar dengan metode diskusi. Selalu di sesi ini, dia bisa terlihat "lepas" dan saya sebagai "lawan" diskusinya cukup paham bahwa dari "perbincangan" kami di sesi diskusi itu, dia memahaminya.
Begitupun dengan belajar matematika ini. Saya harus membuat "sesi diskusi" dulu sama dia. Mengapa ini harus dikalikan, dibagi, dikurangi atau dijumlah. Okelah ... besok kita coba lagi dengan metode buku dan alat peraga ya ... siapa tau, metode ini hasilnya bisa lebih baik. Yes, we"ll see ...
#HariKe12
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.