Sabtu, 06 Januari 2018

Menemani eyang (Day 4)


Bismillahirrohmannirrohiim ... 

Hari keempat.
Di hari keempat ini, karena emak ada keperluan meeting untuk event, maka pulang sekolah, Jani di jemput Ayah. Pagi, sebelum berangkat sekolah, karena Jani tahu saya ada meeting, maka dia mengajukan permintaan untuk sepulang sekolah langsung ke rumah eyang dan mengingatkan saya, kalo malam minggu ini dia sekaligus mau menginap.

Request untuk menginap setiap malam minggu di rumah eyangnya, sebenarnya sudah lama diajukannya ke saya.  Belum 100% saya setujui permintaannya, bukan karena apa-apa, tapi karena kondisi eyang putri yang baru sembuh dari sakit, dan perlu banyak istirahat, jadi pertimbangan utama saya. Saya khawatir, Jani nanti merepotkan eyangnya. Tapi, yeeeppp ... kekhawatiran emak ini gak beralasan sama sekali.

Sepulang dari meeting, saya dapat laporan kalau eyangnya senang sekali ditemani sama Jani, dengar cerita-ceritanya dan juga bantuin eyangnya buat ingetin minum obat, ambilin air minum, mijetin .... hehehehe ... anak pintar.


Bertambah 1 daun kebaikan 💙

Sempat bertemu sore hari, sebelum Jani balik lagi ke rumah eyangnya (oh ya ... jarak rumah saya dan mama, sebenarnya tidaklah jauh, hanya beda blok saja), dia menyempatkan diri menanyakan keadaan saya.

"Bundaa ... aku jadi ya tidur di eyang ya. Bunda gak apa-apakan, aku tidur di eyang?. Adek nemenin eyang dulu ya bun ... kan kalau bunda udah sering ditemenin". 

Hahahaha ... pertanyaan dan pernyataan yang polos.
Saya mengangguk mengiyakannya dan sekaligus mengingatkannya untuk tidak merepotkan eyang selama nginap di sana. 

Kali ini yang menjadi catatan penting saya adalah mengenai keberhasilan Jani melatih kecerdasan intelektual dan emosionalnya. Jani berkomitmen untuk tidak membuat eyangnya repot dan membuat hadirnya menyenangkan eyangnya. 

Anak pintar ... Good job, girl 

#tantangan_hari_ke_4
#kelasbunsayiip3
#gamelevel3
#kami_bisa







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.

Seribu Cerita Dari Dapur

Dapur? Ini bagian rumah yang tidak terlalu sering saya sentuh. Bukan karena tidak bisa masak, tapi karena memang saya tidak begitu suka ...