Jumat, 05 Januari 2018

Kebaikan yang Sederhana (Day3)

Bismillahirrohmannirrohiim ...

Hari ketiga.
Sebenarnya di hari ketiga ini, Jani 'laporan' ke saya kalau dia belum melakukan kebaikan yang diinginkannya, sewaktu saya menjemputnya pulang sekolah.

Saya amati, wajahnya sedikit murung mungkin dia merasa bersalah karena serasa belum mengerjakan 'PR'. Waktu saya tanya apa yang dirasakannya, Jani bilang dia merasa sedih karena gak bisa melakukan hal yang baik. Dia merasa gak nyaman.

Saya cuma tersenyum samar, padahal hati saya membuncah dengan rasa senang yang luar biasa sekaligus juga haru ... buat saya ini penting banget. Jani sudah menuju ke tahap bahwa berbuat baik itu kebutuhan dalam hidupnya. 


Bukan hanya sebagai tugas semata tapi memang dirinya butuh untuk merasa bahwa berbuat baik adalah bagian dari ruh hidupnya. Bahwa saat kita merasa ada yang kurang dalam hidup kita, saat kita merasa belum melakukan kebaikan apapun. The Meaningful Life, pencapaian tertinggi manusia menurut saya. 

Hakikat nilai hidup yang saya ajarkan dan tanamkan ke anak-anak. Aaah ... emak ijin mewek bentar yaaaa ... 😢😭😢😭😭

Selama perjalanan pulang sekolah, kurang lebih 10 - 15 menit, Jani cerita kalau teman sebangkunya bulan ini, Yumna, sempat nangis karena selisih paham sama teman yang lain. Masalah klise, masalah anak-anak ...

"Aku tuh sedih bun, cuma bisa menghibur Yumna supaya dia gak usah nangis dan sedih ... kalau Shifa (teman sebangkunya Yumna bulan lalu. Iyaa, di kelasnya Jani, tiap bulan wali kelas akan merolling tempat duduk anak- anak) tadi di sekolah, plengosin dia".
"Diplengosin?. Diplengosin itu diapain sih?"
"Kayak gini Bun." Sambil Jani mempraktekin plengosannya Shifa ke Yumnaa.
"Aku bilang ke Yumna, udah gak apa-apa Shifa plengosin kamu, pura-pura gak lihat aja. Tapi Yumna masih nangis. Kan aku jadi bingung. Aku gak tau, ada masalah apa Yumna sama Shifa. Aku udah bilang kok kalau semuanya tuh temanan, yang kayak bunda bilang."
Saya cuma mengangguk
Jani masih aja asyik "nyerocos"
"Aku tuh gak seneng Bun, kalau teman-temanku tuh gak temanan. Kayak Yumna sama Shifa, dulukan ce es banget (okey, ce es, artinya temanan banget ... noted), sekarang sering berantem, gak tau masalahnya apa. Aku mau bantu, gak tau masalahnya. Trus aku mesti gimana coba?"

Jani dan Yumna. Ah, ngepas ...
ada foto mereka berdua
Aiiiihhhh .... masalah Kids Jaman Now ini kompleks yaaa ....😁😂

Setelah si bungsu ini selesai cerita, saya sampaikan ke dia bahwa apa yang dilakukannya hari ini, menghibur temannya Yumna yang lagi sedih, adalah sebuah perbuatan baik karena berempati dengan rasa sedihnya Yumna. Dan orang yang lagi sedih, pasti senang saat ada orang lain menghiburnya. Meskipun terlihat kebaikan yang kita lakukan begitu sederhana. Selintas saya meliriknya, senyumnya terlihat mulai mengembang.
Saya juga mengapresiasi sikap Jani yang tidak memperkeruh hubungan antara Yumna dan Shifa. Sikapnya yang berusaha netral dan mencoba untuk tidak terpengaruh dan tergesa-gesa menyimpulkan sebuah masalah.

Sehari-hari, Jani memang lebih peka, dibanding kedua kakak perempuannya. Mudah simpati dan berempati. Dan, di The Happiness Project nya ini, semakin menajamkan kepekaannya. 

Catatan buat emaknya untuk apa yang dilakukannya hari ini berdasarkan dari sumber Pendidikan Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, adalah  :

  • Kecerdasan Emosional
    • Jani sedih melihat temannya Yumna sedih dan dia juga merasa sedih belum bisa berbuat banyak untuk membantu temannya. 
    • Jani tetap berteman baik dengan Shifa teman sebangkunya Yumna dulu, tanpa terpengaruh dengan masalah antara Shifa dan Yumna (duh, pelik ya masalah mereka ....)
  • Kecerdasan Intelektual
    • Jani mencoba untuk membantu menyelesaikan masalah antara Shifa dan Yumna (belajar memecahkan masalah)
  • Kecerdasan Spiritual
    • Suara hati Jani yang mulai menunjukkan kemampuan untuk menilai suatu kebenaran dari masalah. Dia mencoba untuk tidak terpengaruh dengan sikap Yumna dan Shifa. Memahami bahwa bermusuhan dan saling menyakiti itu adalah hal yang tidak baik. 
Daun Kebaikan Jani yang bertambah ... 😍😚


Let's go girl, we spread the kidness and happiness to everyone❤💝


#tantangan_hari_ke_3
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.

Seribu Cerita Dari Dapur

Dapur? Ini bagian rumah yang tidak terlalu sering saya sentuh. Bukan karena tidak bisa masak, tapi karena memang saya tidak begitu suka ...