Kamis, 04 Januari 2018

Pohon Kebaikan, Anjani's Happiness Project (Day1)



Bismillahhirrohmannirrohiim ...

Yeeeiiiy ... sudah masuk bulan ketiga kuliah Bunda Sayang (BunSay) IIP, dan emak satu ini, saya ... masih bertahan ๐Ÿ˜Ž.

Diganjar Outstanding Performance *uhuuuk ๐Ÿ˜๐Ÿ˜„, di game kedua, melatih kemandirian, jelas ... memjadi moodbooster untuk menyiapkan, melaksanakan dan menyelesaikan game ketiga ini. Meski sebenarnya, bukan reward itu yang diharapkan. Lebih ke perubahan positif  yang bertahan dan menjadi kebiasaan baik, dari apa yang sudah dikerjakan. Dan alhamdulillah, Anjani (Jani) sampai sekarang tetap konsisten melakukannya meski, masa game tersebut sudah selesai. Is it nice, right? Kan emang itu tujuan emaknya.

Kali ini, saya dan Jani, sudah siap-siap dengan project untuk game ketiga ini. Pada waktu materi game ketiga saya baca, seputar kecerdasaan emosional dan spritual, pikiraan saya sudah melayang-layang dengan segudang ide. Ahaaa ... ngepas banget dengan keinginan lama saya untuk memulai sebuah project yang sudah lama saya ingin anak-anak melakukannya. Dan Jani, jadi pilot project untuk ini.

Di game ketiga ini, saya mengajak Jani untuk membuat  Happiness Project. Project yang memuat segala hal yang dilakukan oleh Jani, menjadi sebuah kebaikan yang menyenangkan. Project ini akan merangkum kecerdasaan emosi dan spritual sekaligus. Tiap hari, Jani harus melakukan kebaikan. Sekecil apaoun itu. Kebaikan itu bisa dilakukannya ke diri sendiri, teman, orang-orang yang baru dikenalnya bahkan yang tidak dikenalnya. Dan apa yang akan dilakukannya, harus membuat Jani atau orang yang menerima kebaikannya BAHAGIA. that's we called this project, HAPPINESS PROJECT. Kami sepakat menyelesaikan game ketiga ini, minimal 15 hari ke depan.

Pohon Biru Kebaikan.
Made from bahan seadanya ... ๐Ÿคฃ
Di Happiness Project ini, saya buatkan Jani Pohon Kebaikan. Setiap kebaikan yang dilakukannya, dia dapat tempelkan di pohon tersebut.  Wah, anaknya girang banget, dan dia ga sabaran untuk memulainya malam ini (tadi malam) hohoho .... dan kebaikan pertama yang dialakukan adalah mentraktir saya, emaknya.

Kebaikan hari pertama, traktir bunda chatime, yeeeeiiii ๐Ÿ˜๐Ÿ˜™

Waktu saya tanya kenapa mentraktir bundanya?.  Dengan mata berbinar-binar dia bilang "kan Bunda seharian ini sudah capek antar dan jemput aku, mb Danish dan mb Nayya ... pulang sekolah, antar les ... jadi ya, tak traktir karena udah baik mau anter-anter. Nggak pake marah-marah juga".

Hahahaha ... ketiban rejekilah emaknya. Dapat Chat Time Milktea Grass Jelly gratis, ukuran big pulak. Makasih ya dek Jani ... aaaiiih, satu kebaikan darinya yang membuat emaknya bahagia.
Chatime traktiran Jani, ludess ... meski dibantuin abisin sama yang nraktir ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„
Dari jawaban Jani, saya nilai ... Jani sudah memiliki kemampuan untuk mengenali perasaan orang lain, yaitu saya emaknya. Kemampuannya berempati dengan rasa lelah emaknya. Simple mungkin ... tapi dari hal-hal kecil yang sesederhana seperti inilah, dia akan mulai dengan yang lebih besar.

Diapun melakukannya dengan senang, bahagia dan antusias!. Good girl.
Dan saya emaknyapun, antusias menunggu cerita kebaikan-kebaikannya yang lain.


#TantanganHariKe1
#KelasBunSayIIP3
#GameLevel3
#KamiBisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tengkyuuuuuu udah mampir ๐ŸŒ.

Seribu Cerita Dari Dapur

Dapur? Ini bagian rumah yang tidak terlalu sering saya sentuh. Bukan karena tidak bisa masak, tapi karena memang saya tidak begitu suka ...