Sabtu, 11 November 2017

Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif (Hari ke 10)

Wah, tiba juga di akhir tantangan. Ini adalah tantangan di hari ke 10. Dan saya rutin 'menyetor' tugas, meski in last minutes. Dan si emak ini keplok tangan untuk diri sendiri πŸ˜‚πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ».

Hari ini, saya masih berdua dengan si ABG ini, perjalanan menuju Jakarta menyusul si Ayah dan dua adiknya yang sudah dulu sampe. Dari kemarin berdua, lumayan juga waktu saya buat ngobrol dengan Nayya. Mulai dari obrolan ngalur ngidul sampe obrolan serius. Mulai dari obrolan jaman dulu sampe jaman now πŸ˜„.

Dan itu membawa saya flashback belasan bahkan puluhan tahun lalu. Dimana saya pernah punya pikiran hanya mau punya satu anak saja. Nggak lebih. Karena pasti ribet kalau punya banyak anak. Saya bukan tidak suka anak kecil, bahkan anak kecil senderung suka sama saya. Tapi, saya merasa, saya gak suka diribetin sama urusan anak-anak kecil. Banyak sekali hal-hal kecil yang kudu diperhatikan. Kudu prepare banget kalo mau pergi atau melakukan kegiatan A atau B. Aaaarrrgghhh ... intinya ribet!. Itupun selain ingin anak cuma satu, saya juga minta sama Allah, anaknya kalau bisa laki-laki aja. Kayaknya asyik, gak ribet.

Alhamdulillah ... saya dikasih Allah, tiga anak perempuan πŸ˜„πŸ˜πŸ˜Š.

Anak perempuan saya, Nayya si ABG ini, justru menjungkirbalikkan segala hasrat dan impian-impian saya.  Kehadirannya, merupakan titik balik hidup saya. Dari yang sangat berambisi mengejar karir sampai yang akhirnya, bekerja sebagai sampingan.

Nayya usia sekitar 6/7 bulan
Proses kelahiran yang sampai saat ini buat saya speechless, mengikuti tumbuh kembangnya, dari mulai lahir hingga sekarang sudah 12 tahun dan sudah memasuki akil baligh, sungguhlah sebuah perjalanan hidup yang luar biasa. Segala macam ilmu dan teori parenting waktu pertama kali menghadapi tantrum dan hiperaktifnya, tak ada yang melekat, menguap. Belum lagi harus tetap fit, waspada, happy dan yang terpenting tetap waras, di saat anak tiga ini sakit bergiliran atau bersamaan.

Huufttt .... just think again if you say "You are not a worker, just a mother, right? Hellooowwww .... buat saya, emak yang sudah memasuki usia lebih dari 40 tahun ini, dan punya tiga anak perempuan, yang usianya berdekatan, rasanya waktu 24 jam itu ga beda dengan 1 jam, cepeeeeet benerrrr. Tiba-tiba aja sudah pagi lagi (jangan tanya juga ya soal tidur yang tiap 5 menit bisa kebangun karena dengar bunyi sesuatu yang jatuh? Tidur nyenyak? Sampe sekarang aja masih belum pernah ngerasain lagi *puk puk sendiri aja deh ... 🀣😊.

Sampe sekarang, si emak ini masih bekerja di ranah publik. Dan itu menambah jadwal bertambah dan istirahat berkurang. Tapi nikmatin aja.

Saya terus berusaha untuk sebisa mungkin lekat dengan mereka. Sampai saat ini, mereka ga pernah protes dengan waktu saya, entahlah ya kalau dalam hati protesnya. Saya benar-benar mengatur jadwal saya agar saya tetap bisa ada bersama anak-anak di saat-saat penting mereka.

So, soal ilmu parenting ini tidak akan pernah selesai untuk dipelajari, terutama untuk saya. Karena saya ingin selalu bertumbuh bersama mereka, anak-anak saya, yang meski kadang bikin emosi meledak-ledak, namun juga mampu membuat saya menjadi lebih berarti.

So, never stop learning.
To be a good mother, stop complainning, and just counting my blessing πŸ’•

#Hari10
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.

Seribu Cerita Dari Dapur

Dapur? Ini bagian rumah yang tidak terlalu sering saya sentuh. Bukan karena tidak bisa masak, tapi karena memang saya tidak begitu suka ...