Kamis, 07 Desember 2017
Jani si Manager Menu yang Handal (Day 8)
Bismillahirrohmannirrohiim ...
Tantangan baru dimulai. Dan ini adalah minggu kedua untuk tantangan melatih kemandirian anak. Pembahasan tentang tantangannya, sudah dibicarakan sehari sebelumnya. Dan Jani sudah menetukan, apa tantangan melatih kemandirian yang diinginkannya.
Setelah di tantangan pertama yang saya nilai sukses, karena tidak hanya Jani konsisten menjalankannya, tapi saya melihat lebih ke perubahan sikapnya. Beberapa waktu lalu, saya sempat ditanyakan oleh Eyangnya, sedang ada apa sih di rumah? Soalnya Jani kok selalu bilang, "aku tuh lagi diajarin mandiri sama bunda, eyang ... jadi aku harus tidur di rumah dan di kamarku sendiri. Disuruh beresin dan rapihin kamar dan tempat tidur juga kalo habis bangun pagi. Kalau aku nginap di Eyang, nanti bunda gak tau kalau aku tuh beresin tempat tidur".
Hahaha ... padahal eyangnya ngiming-ngimingi bakal dikasih uang buat ditabung kalau Jani mau menginap. Dia tetap kekeuh, pulang ke rumah. Emak senang dong, berarti nih anak semangat untuk menjalankan tantangannya. Dan Jani juga belajar mengambil keputusan apa yang terbaik untuknya. Rasa tanggung jawabnyapun dalam seminggu itu, saya lihat juga meningkat, semoga akan terus bertahan ya dek ... bukan karena euforia aja.
Nah, di tantangan minggu kedua ini, saya sudah sempat posting di http://indahlarasichsan.blogspot.co.id/2017/12/berani-tidur-sendiri-day-7.html . Tantangannya adalah Jani berlatih mencuci piring sendiri sehabis makan. Tidak hanya itu saja, saya usulkan juga untuk melatihnya menyiapkan bekal sekolah sendiri, dan sekaligus mencuci perlengkapan bekalnya sepulang sekolah. Disamping itu, emaknya juga berencana melatihnya untuk menentukan menu keluarga. Di tantangan kemandirian kali ini secara garis besar, Jani belajar tentang adab makan. Mulai dari merencanakan, menyiapkan, menyajikan dan membersihkannya. Dan saya membuatnya dalam rentang 10 hari ke depan, mulai dari hari ini ( 7-16 Desember 2017).
Hari pertama tantangan kedua ini, Jani sudah meminta saya untuk membuatkan bekalnya yaitu nasi goreng dan telur mata sapi (gak keburu di foto karena riweuhnya pagi hari yang harus bergegas). Sarapan sekotak susu dan seiiris bolu gulung ... cuzz berangkat sekolah.
Siangnya karena emak gak sempat masak (duh maaf ya dek ... kita beli aja yuuk), steak yang dibeli dekat rumah dimakannya sepulang sekolah, sebelum berangkat TPQ. Piring kotornya, belum sempet dicuci, sudah dicuci sama budhe Harni, yang bantu-bantu beberes rumah di keluarga kami. Iya, emak lupa kasih tahu budhe Harni, kalau dek Jani lagi belajar mecuci piring makannya sendiri ... (duh, ini mah emaknya yang teledor ya dek ... ).
Jadi ya begitulah sekilas berita, kenapa di tantangan kali ini no foto.
Oh iya, saat ini saya hanya bisa setor Jani's Wall of Fame karya emak sebagai bentuk apresiasi terhadap keberhasilannya menjalankan tantangan Berani Tidur Sendiri. Wall of fame ini dipajang di ruang belajar/kerja di rumah kami. Dan Jani terlihat senaaaaang sekali ... Alhamdulillaah ...
Berharap, di tantangan ini Jani tetap semangat menjalankannya dan lebih antusias. Sama-sama ya dek, kita belajar .....
#HariKedelapan
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Seribu Cerita Dari Dapur
Dapur? Ini bagian rumah yang tidak terlalu sering saya sentuh. Bukan karena tidak bisa masak, tapi karena memang saya tidak begitu suka ...
-
Single Fighter? Seringkan dengar istilah ini? Kalau menurut kamus Inggris-Indonesia https://kamuslengkap.id , single fighter artinya ada...
-
Apa yang membuat kita bahagia? Jawaban setiap orang pasti berbeda. Meski kadang memiliki jawaban yang sama, tapi pasti memiliki detail...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.