Bismillahirrohmanirrohiim ...
Hari keenambelas.
Sebenarnya hari tantantangan yang harus dilaporkan sudah lewat. Tapi tak apa. Toh, saya dan Jani masih terus melakukan The Happiness Project miliknya, jadi sekalian saja, hari ini saya akan mencoba meriview, apa saja yang sudah Jani pelajari selama tantangan di game level 3 ini.
Pada awal tantangan ini akan dimulai, saya sudah memiliki gambaran, apa saja yang akan kami, saya dan Jani akan lakukan http://indahlarasichsan.blogspot.co.id/2018/01/pohon-kebaikan-anjanis-happiness-project.html .
Selama perjalanan waktu tantantangan ini, saya mengamati, merasakan dan melihat perubahan apa yang terjadi pada Jani. Mungkim ini akan berguna buat saya emaknya untuk 'melengkapi' portfolio Jani agar saya mampu memberikan stimulus-stimulus yang dibutuhkan sesuai dengan fitrahnya untuk tumbuh dan berkembang.
Di game ketiga ini, kami diminta untuk melatih kecerdasan, yaitu intelektual, emosional, spiritual dan kecerdasan menghadapi tantangan. Memilih kecerdasan apa yang ingin dilatih dan memilih siapa yang akan dilatih dan menjadikannya family project. And the challanges start from here ...
Saya kembali memilih Jani, anak bungsu saya untuk menjadi partner tantangan game ketiga ini. Selama tantangan berlangsung, saya melihat Jani begitu enjoy dan bersemangat menjalankannya (kecuali di hari kemarin, dimana kondisinya tidak sehat). Berbinar-binar menceritakannya ke saya dan melaksanakan kewajibannya untuk menempelkan daun-daun kebaikan yang dilakukannya hari itu di Pohon Kebaikannya. Begitu sumringah dan bangga dengan pohon kebaikannya yang sudah mulai terlihat lebat dari hari kehari. Jelas raut bahagia terpancar dari wajahnya. Yess, Happiness comes from our action.
![]() |
| Senangnya ... melihat Pohon Kebaikan Jani, mulai rimbun dengan daun-daun kebaikan yang dilakukannya 😙😍 |
Apa yang bisa saya review dari Jani ditantangan kali ini adalah :
- Semakin bertanggung jawab terhadap kewajibannya dan berkomitmen penuh.
- Mulai berani keluar dari zona nyamannya
- Bersikap ringan tangan
- Semakin berempati dengan kesusahan dan kesulitan orang lain.
- Mampu mengambil manfaat dari apa yang dilakukannya
- Mampu membiasakan dirinya untuk melakukan sesuatu tanpa pamrih
![]() |
| Jani ... "Guru" saya di tantangan ini . We are a partner in this challanges 😍😗 |
Saya ingin Jani juga melihat hal-hal yang tidak saya sampaikan, tapi bisa dijadikanya contoh. Kalau bukan saya, terus siapa? Hahahaha ... gak mungkinlah tetangga samping rumah sayakan? Dan itu berdampak ke Jani, dimana diapun konsisten untuk menjalankan tugasnya tanpa saya ingatkan.
And you know ... gara-gara tantangan ini pula, beberapa project keluarga yang sudah pernah kami jalani, kami sepakat hidupkan lagi. Mulai dari SHARJUM (Sharing Jumat --> membagikan nasi bungkus tiap hari Jumat), Morning Action (nyepeda bareng-bareng, quality time dengan healthy life style), sampai ke project yg diangan-angan akan dijalankan (Open Perpus dan Latihan Mewarnai di garasi rumah) hahahaha ... banyak juga ya 😀. Bismillah ...
Dari apa yang saya amati, saya berharap bahwa apa yang sudah dipelajarinya di tantangan kali ini menjadi dasar baginya untuk melakukan kebaikan yang harus terus dilakukan. Mengejar kebahagian hidup melalui kebaikan. Mengajarinya pelan-pelan tentang makna hidup yang sebenarnya. Mengajarkan bahwa bahagia adalah saat hidup kita sudah mampu memberi manfaat bagi orang lain.
Happiness is not something ready made. It comes from your own action - Dalai Lama -
Yess. Happiness comes from our action. Bahagia itu memang tergantung kita sendiri. Bahagia itu kita yang menciptakannya. Dan saya mengajarkan Jani, bahwa salah satu untuk bisa merasakan bahagia itu, ya ... berbuat baiklah ...
#tantangan_hari_ke_16
#kuliahbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.