Kamis, 18 Januari 2018

Just Action, No Excuses (Day15)


Bismillahirrohmanirrohiim ...

Hari kelimabelas.
Hari dimana saya harusnya mereview apa yang sudah dilakukan Jani di The Happiness Projectnya. Apakah project ini membuatnya memiliki TO DO LIST yang menyenangkan baginya? Kegiatan apa saja yang membuatnya bahagia? Membuat orang lain juga bahagia? 

Tapi, hari ini, menjemputnya setelah bubaran sekolah, si bungsu saya ini, tampak lesu. Diajak ngomongoun dia sepertinya malas untuk menjawab. Duduk di depan dan langsung memjamkan matanya. Ya sudah, saya biarkan dia tidur selama perjalanan pulang. Aaaahhh ... ada apa ya? Kok terlihat lesu sekali? Emak kepo.


Tertidur dalam perjalanan pulang
Sesampainya di rumah, Jani ijin untuk tidak masuk kelas TPQ yang ada di mesjid dekat rumah. Waktu saya tanya kenapa? Dia cuma menjawab singkat, kalau kepalanya pusing. Sedikit panas dan agak semlenget, kalau orang Jawa bilang, saat saya pegang keningnya.saya biarkan dia melanjutkan tidur di kamarnya. Nanti sajalah kalau mau tanya-tanya detailnya.

"Perutku eneg Bun, pengennya muntah terus. Kepalaku juga pusing. Tapi aku sudah nulis kebaikan hari ini. Udah aku tempelin juga di pohonnya"

Lha, saya malah gak merhatiin pohon kebaikan miliknya yang sudah bertambah daun "baik"nya. Entah kapan dia tulis. 


Saya pikir awalnya tantangan di hari kelimabelas ini bakalan kosong, karena Jani terlihat gak bersemangat. Meski dèngan kondisi yang tidak sehat, dia tetap menjalankannya, melakukan kebaikan, menuliskannya dan menempelkannya.

Duh, saya kembali di"jawil" nih. 
Kondisi apapun, bukan alasan untuk kita enggan bertindak. Just action no excuses

Kesusahan atau kesulitan yang sedang kita alami bukan penghalang kita melakukan sesuatu untuk orang lain.
Jani mengajarkan itu ke saya. Dan beruntunglah saya dapat "jeweran" manis dari Jani.

#tantangan_hari_ke_15
#kuliahbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.

Seribu Cerita Dari Dapur

Dapur? Ini bagian rumah yang tidak terlalu sering saya sentuh. Bukan karena tidak bisa masak, tapi karena memang saya tidak begitu suka ...