Rabu, 10 Januari 2018

Memberi Tanpa Pamrih (Day8)


Bismillahirrohmanirrohiim ...

Hari kedelapan.
Perjalanan tantangan yang sudah memasuki separuh dari sejumlah hari yang diminta. 
Proses belajar dan pembiasan terus berjalan dan dilakukan dengan setulus hati.
Pembelajaran tidak hanya untuk Jani, tapi juga saya, sebagai emaknya, harus bisa menjadi model yang baik untuknya. Terus melakukannya agar menjadi mahir. Dan kami berdua terus  belajar untuk melakukannya.

Hari ini Jani belajar berbagi dengan apa yang dimilikinya. Belajar melihat apa yang menjadi kesenangan dan kebahagian orang lain, dan mencoba untuk mewujudkannya.


  • Menyisihkan uang sakunya untuk membelikan mb Nayya (anak saya yang tertua), snack Nabati Hazel. 
  • Menyisakan makanan favoritnya (Takoyaki dan sejenisnya itu, maaf emak kudet, gak tahu namanya. Yang hafal, ya kacang atau ubi rebus hahahaha), untuk mb Danish (anak saya yang nomer dua) karena masih belum pulang dari les.
Padahal uang sakunya hanya pas untuk membeli satu Nabati Hazel, dan Takoyakinya pun dipandangin lamaaaaaa banget, seakan-akan gak sabar untuk segera berpindah ke dalam mulut dan perutnya. 

Tapi, Jani memilih untuk tetap memberi. 
Waktu saya tanya kenapa? 
"Ya pengen ngasih aja, bun. Ngasih kan gak mesti harus kenapa-kenapakan?"

Dueeeengggggg ... pukulan telak buat emak.

Yes Nak, betul. 
Hari ini sepertinya saya yang belajar dari Jani. Dia rela tidak jajan yang lain agar bisa menyisihkan uang jajajnnya hari ini, untuk beli Nabati Hazel kesukaan mb Nayya. Meskipun mb Nayya seringkali suka usil dan bikin dia sebal. Tapi saat dia ingin memberi, saya yakin ... tidak diingatnyalah saat-saat dia sebal dan marah disusilin mb Nayya. Yang dia tahu, mbak Nayya akan senang dibelikan Nabati Hazel kesukaannya.

Saya kadangkala masih sering terlalu banyak pertimbangan dan syarat saat akan memberi sesuatu. Apakah orang ini pantas menerimanya? Apakah tidak terlalu banyak? Dan apakah-apakah lainnya ...

Memberi itu gak perlu pake alasan. Memberi ya memberi.Memberi karena kita mampu dan dimampukan untuk itu.

Belajar banyaaak sekali dari Jani.
Belajar mebiasakan diri untuk melakukan kebaikan tanpa alasan.
Lakukan hanya karena alasan kebaikan itu sendiri. 


#tantangan-hari_ke_8
#kuliahbunsayiip
#game_level_3
#kami_bisa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.

Seribu Cerita Dari Dapur

Dapur? Ini bagian rumah yang tidak terlalu sering saya sentuh. Bukan karena tidak bisa masak, tapi karena memang saya tidak begitu suka ...