Bismillahirrohmannirrohiim ...
Hari ketujuh.Apa yang membuat hidup kita menjadi penting dan bermakna?Apa yang membuat kita merasa bahagia saat melakukannya.Mengapa menjadi orang baik adalah penting dan perlu?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah landasan dari The Happiness Project nya Jani.
Perjalanannya dalam satu minggu ini, tidak hanya memberikan banyak hal baru buat Jani tapi juga sekaligus menbuat saya, emaknya merasa sangat yakin ... bahwa apa yang dilakukan di project ini memberikan banyak dampak yang positif dan pelajaran hidup yang sangat penting.
Kemarin, setelah saya selesai pertemuan dengan perwakilan orang tua kelas enam, saya masih punya waktu untuk menunggu Jani dan mb Danish pulang sekolah. Jani keluar lebih dahulu dibanding mb Danish, jadi kami putuskan untuk menunggu di sekolah saja sekalian sampai kelas mb Danish bubar.
Dan kadang kesempatan seperti ini, saya manfaatkan untuk ngobrol dengan wali kelas Jani, bu Tanti, yang masih belum pulang. Obrolan ringan seputar tingkah anak-anak sampai dengan perkembangan Jani tentunya.
Sedikit terkejut dengan apa yang disampaikan bu Tanti tentang Jani. Terkejut saya lebih ke rasa gembira dan haru ... duh iya, saya mah emak-emak baperan hahahahaha ...
Bu Tanti menjelaskan bahwa Jani adalah murid dan teman yang sangat menyenangkan. Sangat ringan tangan, berinisiatif untuk selalu membantu temannya, sangat mandiri dan bertanggung jawab. Bahkan Jani sempat bercerita ke wali kelasnya ini tentang tantangan-tantangan yang menjadi PR Bundanya dimana dia dilibatkan dan juga soal The Happiness Projectnya, soal berbuat baik.
"Terima kasih ya Bunda untuk didikannya ... saya sangat senang. Jani sering saya jadikan contoh untuk teman-temannya".
Duh, hati saya meleleh dan penuh rasa sykur, bukan karena Jani dan saya mendapatkan pujian dari wali kelasnya, bukan ... bukan itu ... tapi lebih pada apa yang dilakukannya memberikan manfaat untuk orang lain, teman-temannya.
Dan saya, bertambah meyakini bahwa tiap anak memang terlahir dengan fitrah masing-masing. Jani bukan anak yang cemerlang di bidang akademik, tidak seperti kedua kakaknya. Tapi Jani, anak yang sangat menyenangkan dan memiliki rasa peka, simpati, empati dan tanggung jawab yang luar biasa.
Seperti hari ini, dia cerita ke saya ... di sekolah ... bila melihat bu Tanti sudah datang, maka dia akan menghampiri ke ruang guru dan menawarkan dirinya untuk membawakan tas atau buku ke ruang kelas.Dan malàm harinya, Jani juga mengajak anak tetangga sebelah rumah, Rara namanya, untuk menunggu ibu dan kakaknya pulang kerja sekitar jam sepuluh malam (Rara anak yatim, ayahnya meninggal sekitar 3 tahun lalu dan saat ini hanya tinggal dengan ibu dan kakaknya).
"Kasihan bun, masak Rara nunggu sendiri di rumahnya?. Kalau ada apa-apa gimana?. Nggak apa-apa ya Rara nunggu di rumah kita, sambil nunggu kakak atau ibunya pulang"
Yes, she's my Jani ... gadis baik hati kesayangan bunda 😙😙😙
#tantangan_hari_ke_7
#kuliahbunsayiip
#game_level_3
#kami_bisa



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.