Apa sih pentingnya bagi kita untuk mengetahui gaya belajar seseorang?Gaya belajar berhubungan dengan cara belajar yang paling disukai dan efektif bagi seseorang saat belajar (pembelajar). Bagaimana seseorang dapat menangkap sebuah informasi dengan lebih mudah dan mengolahnya menjadi sebuh ilmu yang bermanfaat. Karena setiap orang dilahirkan dengan keunikan, maka begitupun dengan gaya belajar. Setiap orang akan berbeda, karena gaya belajar ini tergantung dari banyak faktor, salah satunya pola asuh orang tua.
Dari awal, gaya belajar Jani sudah terlihat jelas, dia dominan auditori. Ini saya sadari, gaya belajar auditori ini, sebagian besar sumbangasih dari saya, emaknya yang selalu dan sering membacakan cerita, dongeng dan senang bercakap-cakap sejak di bungsu ini dalam kandungan saya, hingga saat ini. Pola asuh yang saya terapkan kepadanya, sangat berdampak terhadap gaya belajarnya sekarang, dan juga gaya belajar kedua kakaknya yang juga dominan auditori.
Di akhir hari tantangan ini, saya mau merangkum apa yang sudah saya amati dalam proses Gaya Belajar Jani. Selama 15 hari berturut-turut, sayapun mencoba menajamkan panca indera, agar tidak ada yang terlewat apa yang dapat saya amati terhadap gaya belajarnya.
Sebagai si auditori, Jani jelas sangat mengutamakan panca indera pendengarannya. Karena memang inilah pusat pengolahan informasi bagi si auditori. Selain itu, bungsu saya ini juga sangat linguistik. Dia sangat menyukai diskusi, berkata-kata, bercerita, buku-buku, membaca dan juga menulis kata-kata. Inilah list yang saya amati dari Jani, si linguistik auditori ini.
1. Suka mendengarkan cerita atau bercerita
Jani sangat suka mendengarkan cerita. Dia bisa terhanyut dengan cerita yang saya bacakan. Dia juga sangat suka dengan perubahan volume suara, intonasi, ritme, dan lain-lain. Kadang dia malah membelakangi saya pada saat saya bercerita. Yang dibutuhkannya, hanya suara saya, hahahhaa
Jani sangat suka mendengarkan cerita. Dia bisa terhanyut dengan cerita yang saya bacakan. Dia juga sangat suka dengan perubahan volume suara, intonasi, ritme, dan lain-lain. Kadang dia malah membelakangi saya pada saat saya bercerita. Yang dibutuhkannya, hanya suara saya, hahahhaa
2. Mudah mengingat ucapan orang lain
Saya seringkali diingatkan Jani bahwa saya pernah mengucapkan sesuatu yang saya sendiri kadang sudah lupa pernah mengucapkannya.
3. Mudah terganggu/teralihkan perhatiannya oleh suara yang berisik
Dia butuh sekali suasana yang tenang saat belajar. Dan hal ini seringkali jadi masalah di rumah kami, karena dua orang kakaknya seringkali usil saat si bungsu ini lagi mencoba untuk serius belajar, hahahaha ...
4. Membutuhkan suasana yang nyaman dan rileks saat belajar
Tipe anak auditori ini, sepertinya semakin ditekan semakin tidak bisa berpikir. mereka tipikal yang sangat santai dalam belajar. Suasan yang tidak mebuatnya stress, sangat mendukung keberhasilannya belajar.
5. Menyukai diskusi
She loves it very much!. Dan yang paling menyenangkan menurut saya adalah si auditori ini adalah teman diskusi terbaik. Dia tahu, kapan saatnya menjadi pendengar yang baik dan kapan saatnya dia harus berbicara.
6. Menyukai buku
Si auditori ini menyukai buka karena dia suka akan cerita-cerita. Menrut saya, mengajarkan sesuatu kepadanya lewat cerita dari buku adalah salah satu cara yang efektif.
7. Suka membaca dengan suara keras
Iya, dia sangat suka membaca dengan bersuara keras. Dulu, saya menganggapnya sebagai salah satu trik dia utuk cari perhatian, tapi ternyata ya memang itu adalah salah satu ciri anak auditori dalam mengolah informasi (belajar).
8. Pendengar yang baik
Ini adalah bagian yang terbaik dari si auditori menurut saya, hahahahha. Jadi pendengar itu susah loh, apalagi pendengar yang baik. Dan Jani saya, mampu melakukannya. Karena memang lewat indera pendengaranya lah dia mengolah semua informasi, jadi sudah jaminan kalo anak-anak auditori (yang dominan ya) adalah pendengar yang baik.
9. Suka permainan peran
She loves acting. Iya, dia seringkali menjadi guru IPS saat belajar tentang IPS, atau berubah menjadi guru agama saat sedang menghafal Asmaul Husna kepada murid-murdi imajinernya. "Berperan menjadi" ini, adalah salah satu cara yang efektif juga bagi si auditori untuk belajar.
![]() |
| Nyaman Jani sebelum belajar adalah salah satunya berpakaian yang "aneh". Lagi berperan sebagai ibu guru dengan aksesoris lap yang dan pashmina bundanya yang diuwel-uwel jadi scarf 🤣🤣🤣 |
Dari pengamatan selama lebih kurang dua pekan terhadap gaya belajar si linguistik auditori ini, saya bisa menyimpulkan sedikit, hal-hal apa saja yang bisa disiapkan untuk menunjang si lingusitik auditori ini bisa optimal belajar.
- Bila anak belajar masih dibimbing orang tua, maka orang tua harus belajar cara membaca dan bercerita yang baik. Anak-anak auditori ini sangat peka terhadap intonasi, volume suara dan hal-hal yang berhubungan dengan membaca indah.
- Jadilah teman diskusi yang menyenangkan. Siapkan diri untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan darinya.
- Perkaya diri kita dengan banyak membaca, karena si auditori ini sangat menyukai cerita-cerita.
- Gunakan kata-kata yang positif. Mereka cukup sensitif terhadap kata-kata yang kita gunakan.
- Ciptakan suasana yang nyaman dan lingkungan yang rileks pada saat mereka belajar.
- Sediakan berbagai macam buku-buku yang disukainya dan juga peralatan rekaman
- Si auditori ini juga suka menulis apa yang dipikirkan dan dirasakannya.
Saya berharap, pengamatan selama lebih kurang dua pekan ini, membantu saya untuk bisa mengoptimalkan gaya belajar Jani. Karena dengan mengoptimalkannya, maka hasilnyapun akan maksimal dan bisa memberikan manfaat untuk dirinya dan juga orang lain. Dengan gaya belajar yang disukainya berharap proses belajar yang dilakukannya akan berjalan menyenangkan. Bukankah pada saat senang, daya serap akan transfer ilmu akan mencapai titik maksimalnya? Maka, inilah sebenarnya tugas saya. Mencari, mengamati dan menerapkan cara-cara belajar yang menyenangkan yang sesaui dengan gaya belajarnya yang linguistik auditori.
Dan selama dua pekan ini sayalah yang sebenarnya belajar dari Jani. Menghadapi si auditori ini mengajarkan saya untuk lebih mampu menjadi "pendengar yang baik untuk anak-anak. Mengajarkan saya juga bahwa belajar adalah hakikat hidup kita. Jadi nikmatilah dengan hati yang senang.
#HariKe15
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.