Jumat, 16 Februari 2018

Not Just A Smile


Resolusi?
Meski ini sudah di bulan kedua di tahun 2018, rasanya masih sah-sah sajakan bila kita berbicara soal resolusi. Belum basi kok, hehehe ...

Apa sih resolusi itu? 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, resolusi adalah pernyataan tertulis yang berisi tuntutan tentang suatu hal (klik di sini). Jadi, resolusi itu memang harus ditulis tentang apa yang kita inginkan. Iya, tertulis ... agar lebih diingat dan nancep!

Perlukah kita memiliki resolusi? 
Setiap orang punya pendapat masing-masing. Tapi kalau menurut saya sih perlu, karena resolusi yang kita buat di awal tahun bisa menjadi acuan target yang ingin kita capai.  Misalnya saja resolusi kita tahun ini ingin kurus, maka sepanjang tahun kita bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menguruskan badan. Lebih terfokus karena arahnya jelas.

Dan bagaimana dengan resolusi 2018 saya? 

Agak sedikit berbeda resolusi saya di tahun 2018 ini. Biasanya sih, saya selalu punya resolusi yang sama di hampir setiap tahun, menuju slim alias pengen kurus! Dan tidak pernah berhasil ... hahahaha. Karena mungkin resolusi sebelum-sebelumnya lebih banyak saya simpan dalam hati, tidak tertulis, hanya di batin saja. Nah, bisa jadikan ini penyebab mengapa resolusi yang saya buat, banyakan gagalnya. 

Di tahun 2018 ini, resolusi saya adalah LEBIH BANYAK TERSENYUM!
Iya, senyum. Mungkin resolusi yang terlalu simple untuk sebagian besar orang, tapi tidak dengan saya. Entah mengapa, saya termasuk orang yang tidak begitu suka senyum. Wajah saya yang jutek dan jarang senyum ini, bikin orang banyak yang sudah illfeel duluan kalau melihat saya. Apalagi bila saya ada di lingkungan yang baru. Komentar dan kesan pertama orang-orang hampir 100% seragam! Sombong, jutek, galak, judes ... dan berbagai deriviasinyalah ... dan saya jadi sudah sangat terbiasa sekali dengan label itu. Saya justru  akan heran bila kesan pertama orang kebalikan dari yang biasanya saya terima. 

Aaahhh gampang ... cuma senyumkan? 

C'mon ... kalau nggak terbiasa dan nggak tulus melakukannya, yakin deh kekuatan dan efek super duper dari senyum itu nggak bakalan muncul. Dan saya salah satu orang yang susah banget untuk senyum. Entah mengapa. Sepertinya wajah ini sudah disetel dengan tampang yang serius dan galak. Apalagi kalau saya diminta harus berbasa-basi dengan senyum yang juga basa-basi. Duh, saya lebih milih melipir diam-diam, hehehehe. Mungkin pernah ngerasain senyum basa basi dari orang yang kita temui, garing bangetkan? Dan itu bikin suasana nggak nyaman. Yakin deh, senyum yang tulus itu memang keluar dari hati yang tulus juga.

Senyum memang memberikan banyak manfaat. Fakta-fakta ilmiahpun  memberikan banyak penjelasan dan bukti bahwa senyum penting bagi kesehatan diri kita. Silahkan baca di sini .

Jadi ... ya, buat saya senyum itu penting sekali. Selain membuat tubuh menjadi lebih sehat dan awet muda (uhuk ... ini efek samping yang sangat diharapkan untuk emak-emak yang sudah 40thn lebih). Bagi saya senyum adalah bahasa universal yang memiliki seribu makna dan kekuatan. Senyum itu menular, dan senyum yang tulus dan bahagia itu adalah kekuatan yang maha super. Senyum membuat orang yang melakukannya dan yang menerimanya merasa bahagia. Dari senyum, saya bisa belajar banyak ... bahwa untuk dapat memberikan senyum yang tulus, maka saya harus berbenah diri dulu agar mampu menjadi pribadi yang tulus penuh rasa syukur. Untuk bisa memberikan senyum yang bahagia, maka saya harus bahagia terlebih dahulu. Untuk memberikan senyum yang menyemangati, maka saya haruslah menjadi pribadi yang supportif dulu. Banyak usaha untuk berbenah agar diri ini menjadi pribadi yang  lebih baik. 

Meski terlihat simple dan sederhana, tapi inilah resolusi terberat saya. Salah besar kalau dibilang ... it's just Smile. No .. it's not just a smile ... it's about life and learn how to be a better person. Dan saya sedang belajar menjalaninya sepanjang tahun ini ...

So, smile ... cheers
Indah 😊😊😊


Semarang, 15 Februari 2018


1 komentar:

Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.

Seribu Cerita Dari Dapur

Dapur? Ini bagian rumah yang tidak terlalu sering saya sentuh. Bukan karena tidak bisa masak, tapi karena memang saya tidak begitu suka ...