Pernah donk sebal sama seseorang, karena pesan yang kita sampaikan ternyata sudah berubah versi? Alias pesan kita kok jadi beda? Maksudnya bilang A, kenapa jadinya C?
Hahahaha ... sering kalau saya mah. Kadang saya bingung, dimana salahnya ya?
Mungkin tidak ada yang salah, tapi barangkali pesan itu tersampaikan melalui orang yang "salah". Mungkin dia bukan tipikal auditory, jd pesan yang didengar tidak akan sedatil yang kita sampaikan. Bagi si Auditory, telinga adalah The Super Power, kekuatan supernya.
Bagi Jani, si Auditory saya ini, kata-kata yang pernah saya sampaikan, mampu diingatnya dengan baik. Bahkan kadang saya sendiri sudah lupa mengucapkannya, tapi dia masih ingat, bahkan sampai ke detailnya hahahahaha ....
Hari Minggu kemarin, adalah jadwal saya dan tiga anak perempuan ini, hang out. Girls Day Out. Ngapain aja? Wah, macem-macem sih ... tapi biasanya kami makan. Ngobrol sambil makan atau cerita apa saja kejadian yang dialami mereka, sampai kadang-kadang tertawa hingga perut sakit hahahaha ... dan NO GADGET! (Kecuali emak, boleh bawa ... hahahaha nggak fair ya. Tapi digunakan saat-saat darurat saja). Suasana yang rileks dan santai itu, ternyata memang waktu yang tepat untuk 'belajar".
Saya sudah niatkan, hari ini, Jani harus bisa belajar tentang sesuatu. Mempelajari tentang apanya, memang tidak saya tetapkan. Saya ingin hal tersebut muncul secara alami, seperti hari Sabtu yang lalu. Kenapa perlu saya niatkan? Karena bisa jadi saya melewatkan momen-momen penting proses belajarnya. Jadi, sayapun pasang mata dan telinga baik-baik untuk bisa menangkap dan mengingatnya, bila perlu mengabadikannya.
"Bun, ingat nggak. Kata Bunda, kalau nilai ulangan dapat 100, maka hadiahnya buku cerita. Kan kemarin, adek dapat nilai 100 tuh ulangannya, jadi boleh ya kita nanti mampir Gramedia beli buku cerita?"
Saya mengangguk mengiyakan.
Saya amati, sebelum menyampaikan sesuatu, Jani seringkali menggunakan kata INGAT atau sesuatu yang dulu pernah didengarnya.
"Inggat nggak ...."
"Masih ingat nggak ... "
"Bunda pernah bilang ..."
"Kan kata Bunda ..."
Nah, seringnya Jani menggunakan kata-kata "INGAT" dan "DULU BUNDA PERNAH NGOMONG ..." ini masuk ke gaya bicara anak apa ya?
Kalau menurut saya ... ya Auditory (cmiiw) karena biasanya anak-anak auditory itu kalau berbicara suka menggunakan kata "seingat saya ..." atau "saya pikir ..." . Kemampuan mengingatnya cukup baik bila pesan yang disampaikan lewat indera pendengarannya, karena memang telinga adalah si Super Power buat mereka.
| Salah satu foto sebelum instruksi 🤣 |
Saya dengarkan Jani memberikan instruksi ke kedua kakaknya, berdasarkan pesan dari saya. Cukup baik dan jelas instruksinya.
"Dengerin aku sik to mbak ... biar nanti fotonya lebih bagus," instruksi tegasnya ke mba Nayya, saat si sulung ini malah sibuk dengan lagu Korea yang didengarnya dari loudsepeaker di venue, yang seakan-akan nggak mengacuhkan Jani saat bicara.
Iya, Jani mudah sekali "terganggu" dan terlaihkan perhatiannya bila saat dia berbicara, ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang berisik dan ramai. Dan saat, mbak Nayya dan mbak Danish mengajarinya untuk berpose, dia terlibat aktif dalam diskusi tersebut. Menyimak dan mengulangnya kembali apa instruksi yang dismapaikan oleh kedua kakaknya.
| Hasil salah foto setelah instruksi 😁😚 |
Telingamu memang si Super Powermu dek.
Good Job ...!
#TantanganHariKe5
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.