Tantangan di kelas Bunda Sayang sudah masuk game level 5. Ini berarti saya dan teman-teman di kelas BunSay batch 3 Jateng, sudan bersama-sama berjibaku melewati empat bulan menjalankan tantangan yang penuh 'warna' dan juga penyesuaian, untuk diri sendiri maupun keluarga. Ganbatte Kudasai*😁💪.
Usia Jani 8 tahun dan sebentar lagi akan 9 tahun di bulan Mei nanti. Di usia ini, Jani seharusnya sudah memiliki preferensi buku atau cerita yang disenanginya dan sudah mampu untuk menidentifikasi tokoh, setting dan peristiwa-peristiwa di dalamnya. Sudah mahir umtuk mempergunakan ketrampilan membacanya untuk belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah. Selengkapnya sila baca di sini.
![]() |
| Cover buku yang menarik 😊 |
![]() |
| Menikmati lembar demi lembar |
"Bun, dibuku ini dibilang, kalau manusia itu mahluk hidup tercerdas loh. Wah, berarti nggak ada manusia yang bodoh donk ya, Bun?.
"Betul. Allah menciptakan setiap manusia itu, pasti punya kelebihan. Ada yang pinter matematika, ada yang hebat menggambar, ada yang jago nyanyi ... macam-macam dek," balas saya.
Reaksi ini yang saya harapkan dari Jani. Kami akhirnya terlibat diskusi tentang isi buku ini selama perjalanan pulang sekolah dan melanjutkannya sesampai di rumah, di sela-sela waktu istirahat sore. Bahkan buku ini dibawanya paďa saat TPQ. Untuk dibaca pas jam istirahat, katanya. Saya belum membuat waktu khusus untuk membahas isi buku yang dibaca. Saat ini, saya jalani 'on the spot' saja, seperti saat ini, dimana momentumnya pas untuk diskusi, maka hayuk saja. Mungkin juga karena tantangan ini hanya saya dan Jani yang melakukannya. PR buat saya nih, untuk menghadirkan forum keluarga sehubungan dengan kegiatan membaca untuk anggota keluarga lainnya, mb Nayya, mb Danish dan Ayah. Malamnya, menjelang tidur ... buku inipun menjadi pilihannya untuk saya bacakan.
![]() |
| Pohon Literasi milik Jani. Baru muncul daun pertama ... menunggu untuk menjadi rimbun, berdaun lebat 😍 |
Reaksi yang sangat positif dan menyenangkan saat membaca buku ini, membuat saya juga semangat untuk memilihkan buku yang akan dibacanya. Saya memang mengarahkan Jani untuk pemilihan buku ini , karena saya ingin dia punya banyak variasi buku bacaan, selain mengontrol isi buku tentunya. Dan ternyata, sesuatu yang baru tidak selamanya jelekkan? Saya yakin, dengan semakin banyak dia membaca, maka membuatnya belajar untuk menjadi lebih peka dengan keadaan disekelilingnya. Karena dengan membaca, membuat kita berilmu dan akhirnya memunculkan pemahaman tentang diri kita dan hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Dan itu adalah cara kita mengenal siapa TUHAN kita.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.