Kamis, 01 Maret 2018

Membaca Untuk Mengenal Dirimu dan Tuhanmu



Tantangan di kelas Bunda Sayang sudah masuk game level 5. Ini berarti saya dan teman-teman di kelas BunSay batch 3 Jateng, sudan bersama-sama berjibaku melewati empat bulan menjalankan tantangan yang penuh  'warna' dan juga penyesuaian, untuk diri sendiri maupun keluarga. Ganbatte Kudasai*😁💪.


Di game level 5 ini, kami diminta untuk menumbuhkan kebiasaan membaca anggota keluarga. Kebiasaan baik yang dapat dijadikan sebagai salah satu proses penting bagi kita untuk mengenal diri sendiri. Saya mulai membayangkan proses hingga akhir dari tantangan ini. Sudah tergambar cukup jelas harus seperti apa dan bagaimana dan beberapa kegiatan seru yang bisa kami lakukan. Seperti tantangan-tantangan sebelumnya, saya selalu mendiskusikan kepada anak-anak, siapa yang kira-kira mau terlibat, seperti apa keterlibatan mereka nantinya dan ķomitmennya untuk menjalankan tantangan. Dan (lagi-lagi) Janilah yang antusias menerimanya. Baik, it's ok ... rencana mamak harus jalan terus dan harus diselesaikan. Apapun yang terjadi, mamak pantang mundur. Saya sampaikan ke Jani, apa yang menjadi target kami di tantangan kali ini, yaitu menumbuhkan  kegemaran membaca dan meneladani hal-hal baik yang ditemui pada saat membaca dan suka menulis.

Usia Jani 8 tahun dan sebentar lagi akan 9 tahun di bulan Mei nanti. Di usia ini, Jani seharusnya sudah memiliki preferensi buku atau cerita yang disenanginya dan sudah mampu untuk menidentifikasi tokoh, setting dan peristiwa-peristiwa di dalamnya. Sudah mahir umtuk mempergunakan ketrampilan membacanya untuk belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah. Selengkapnya sila baca di sini

Cover buku yang menarik 😊
Kali ini saya coba memberikan buku yang sedikit berbeda dari jenis buku yang dibacanya. Pertamakali melihat buku ini, saya sudah tertarik dulu dengan cover bukunya yang eye catching menurut saya. Dari covernya, saya sudah bisa membayangkan bagaimana isinya. Buku "Segala Sesuatu Tentang Mahluk Hidup" karya Azzurino terbitan Elex Media Komputindo ini sejenis buku ensiklopedia dengan bahasa yang sangat ringan. Penjelasan tiap gambar singkat dan dilengkapi gambar yang bagus dengan warna-warna yang menarik. Pembahasan untuk setiap sub judul, selain dilengkapi gambar, juga disampaikan dengan bahasa yang singkat dan sederhana. Cocok sekali untuk anak-anak. Dan Jani enjoy sekali dengan buku ini. Menurut saya, buku ini cocok untuk belajar menumbuhkan minat anak terhadap dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. 


Bagian dalam buku yang colorfull dan cukup informatif


Menikmati lembar demi lembar
Halaman demi halaman dibacanya selama perjalanan kami pulang dari sekolah. Banyak hal yang membuatnya berdecak kagum dan pandangannya tidak teralihkan dari lembaran buku tersebut.


"Bun, dibuku ini dibilang, kalau manusia itu mahluk hidup tercerdas loh. Wah, berarti nggak ada manusia yang bodoh donk ya, Bun?.
"Betul. Allah menciptakan setiap manusia itu, pasti punya kelebihan. Ada yang pinter matematika, ada yang hebat menggambar, ada yang jago nyanyi ... macam-macam dek," balas saya.

Reaksi ini yang saya harapkan dari Jani. Kami akhirnya terlibat diskusi tentang isi buku ini selama perjalanan pulang sekolah dan melanjutkannya sesampai di rumah, di sela-sela waktu istirahat sore. Bahkan buku ini dibawanya paďa saat TPQ. Untuk dibaca pas jam istirahat, katanya. Saya belum membuat waktu khusus untuk membahas isi buku yang dibaca. Saat ini, saya jalani 'on the spot' saja, seperti saat ini, dimana momentumnya pas untuk diskusi, maka hayuk saja. Mungkin juga karena tantangan ini hanya saya dan Jani yang melakukannya. PR buat saya nih, untuk menghadirkan forum keluarga sehubungan dengan kegiatan membaca untuk anggota keluarga lainnya, mb Nayya, mb Danish dan Ayah. Malamnya, menjelang tidur ... buku inipun menjadi pilihannya untuk saya bacakan.  



Pohon Literasi milik Jani. Baru muncul daun pertama ... menunggu untuk menjadi rimbun, berdaun lebat 😍


Reaksi yang sangat positif dan menyenangkan saat membaca buku ini, membuat saya juga semangat untuk memilihkan buku yang akan dibacanya. Saya memang  mengarahkan Jani untuk pemilihan buku ini , karena saya ingin dia punya banyak variasi buku bacaan, selain mengontrol isi buku tentunya. Dan ternyata, sesuatu yang baru tidak selamanya jelekkan? Saya yakin, dengan semakin banyak dia membaca, maka membuatnya belajar untuk menjadi lebih peka dengan keadaan disekelilingnya. Karena dengan membaca, membuat kita berilmu dan akhirnya memunculkan pemahaman tentang  diri kita dan hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Dan itu adalah cara kita mengenal siapa TUHAN kita.


#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.

Seribu Cerita Dari Dapur

Dapur? Ini bagian rumah yang tidak terlalu sering saya sentuh. Bukan karena tidak bisa masak, tapi karena memang saya tidak begitu suka ...