Minggu, 28 Oktober 2018

Three Little Angels



Saya selalu menikmati sebuah puisi Khalil Gibran yang berjudul On Children. Seperti mood booster buat saya. Puisi ini membuat saya lama tercenung pada saat pertama kali membacanya. 

" ... Lewat engkau mereka lahir tapi bukan darimu. Meski mereka bersamamu, tapi mereka bukan hakmu ..."" ... Sebab jiwa mereka penghuni masa depan yang tidak dapat kau kunjungi, bahkan tidak dalam mimpimu ..."


Beberapa kalimat awal di pusinya saja, dengan terjemahan bebas saya, saya sdh mulai merasa nggregel. Ada banyak hal keliru yang sudah saya lakukan kepada anak-anak saya. Rasanya, seperti tertampar dan tersadar dengan rasa sakit. 

Anak-anak, adalah inspirator saya. Karena mereka semua arah dan tujuan hidup saya berubah. Puisi Kahlil Gibran, On Children, adalah trigger buat hidup saya untuk segera berbenah. Kalau ditanya apakah dulu sudah membayangkan hal seperti ini? Absolutly Not!

My Inspirators
My three litle angel ini adalah ispirasi sekaligus motivator dalam hidup saya. Semua penilaian baik buruk hidup saya, indikatornya mereka. Penilaian mereka adalah ajuan saya. Dulu ... saya berpikir keras bagaimana caranya menjadi ibu yang sempurna untuk mereka. Berbagai cara dilakukan. Kadang lelah. Dengan efforts yang luar biasa untuk berusaha menjadi yang terbaik dan mendapatkan rewards tidak seperti yang saya harapkan, kecewa dan putus asa. Itu semua membuat saya stress. Saya semakin jauh dari predikat sempurna, mendekatpun tidak.

Tiga anak perempuan yang Allah titipkan kepada saya dan suami dalam kurun waktu lima tahun, membuat saya cukup kewalahan pada waktu itu. Tanpa orang tua yang mendampingi, saya belajar sendiri how to be agood mother for my own girls. Jangan tanya penampakan saya dalam rumah ya ... sungguh, tak sedap dipandang. 

Ketiga anak perempuan kami ini, Nayya (13 tahun), Danish (12 tahun) dan Jani (9 tahun), memiliki sifat dan sikap yang berbeda satu sama lain. Bagaikan langit, bumi dan outer space! Sungguh saya belajar banyak dari mereka tentang nilai-nilai baik dalam hidup. Menyadarkan saya tentang menghargai setiap perbedaan. Menerima, betapa mereka adalah prubadi-pribadi yang oaur biasa dengan caranya sendiri-sendiri. 

My Nayya
Nayya, putri tertua saya ini mengajarkan betapa hidup itu harus dinikmati. Meski bukan pribadi yang ekstrovert, tapi tidak juga introvert, dia juga mengajarkan banyak nilai kebaikan dalam berteman.  Anak yang strugle. Semakin ditekan, semakin dia mampu bertahan. Saya masih harus belajar banyak sama Nayya soal ini. Soalnya, mamaknya lembek, gampang mewekan 😁.

My Danish
Danish, putri kedua saya. Dia tipikal anak yang sangat patuh, by order. Sangat tertib dan teratur. Entah menurun dari siapa sikapnya ini. Sangat keras kepala (emaknya mirror nih). Meski bertubuh kecil, dia memiliki jiwa pemimpin yang tinggi. Sangat bertanggung jawab dengan apa yang sudah menjadi keputusannya. Suka berorganisasi dan sangat gemati! Emaknya? Cuma dape bagian keras kepalanya saja.

My Jani
Jani, putri bungsu saya. Saya berterima kasih atas hadirnya di dalam keluarga kami. Dia pribadi yang sangat unik, penuh rasa simapti dan empati dan daya khayalnya yang luar biasa. Karena hadirnya, saya benar-benar belajar memahami, bagaimana saya menerima sebuah perbedaan. Menerimanya bahwa tiap anak berbeda. Kadang saya merasa menjadi anak kecil di hadapannya. Celetukannya banyak yang menampar saya. "Aku memang nggak sepert mb Nayya dan mb Danish bun, aku memang ga bisa mudah paham dengan pelajaran matematika. Please, bunda jangan marah ya kalau aku gak mudeng-mudeng diajarin sama Bunda?"

Hidup saya adalah anak-anak saya. Mereka memberikan begitu banyak inspirasi untuk saya. Merkalah sosok-sosok inspirator saya. Yang mereka tuntut dari saya? Tak banyak. Mereka hanya ingin saya ada dalam setiap kehidupan mereka. Tak peduli apakah saya dalam keadaan senang, bahagia, marah atau sedih sekalipun. Mereka mènerima saya tidak kurang tidak lebih. Dan inilah yang menjadi inspirasi terbesar dalam hidup saya.


#wanita&pena
#10dayschallange
#rumbelliterasimedia
#sosokinspirator
#day6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.

Seribu Cerita Dari Dapur

Dapur? Ini bagian rumah yang tidak terlalu sering saya sentuh. Bukan karena tidak bisa masak, tapi karena memang saya tidak begitu suka ...