Sabtu, 03 Februari 2018

Gaya Belajar Visual Jani, Benarkah?


Proses belajar sejatinya memang menuntut kita untuk aktif. Mencari, menginterpretasikan, menganalisis, dan menerapkan semua informasi yang didapat.


Banyak hal yang bisa dipelajari Jani. Hal-hal yang sederhana sekalipun. dan dimanapun. Si dominan auditory ini memang senang sekali "mendengar". Seringkali, saya dimintanya untuk bercerita. Kadang cerita yang didengarnyapun sudah berkali-kali saya ceritakan, tapi ya itu ... Jani ďemen kalo emaknya yang bercerita.

"Bunda tuh kalo cerita atau baca buku, aku suka. Karena kalo pas baca, suaranya bisa macam-macem"

Hahahaha ... maksud Jani adalah, intonasi suara saya. Nggak usah cerita deh, emaknya ngomong aja ekspresif banget hihihi .... ( dan hingga saat ini, saya belum berhasil mengupload video hhuufftttt).

Meski dalam pengamatan beberapa hari ini, saya kadangkala mengamati Jani senang mengamati ekspresi saya bila bercerita. Dia kadang lebih memilih dia yang membaca, bukan saya. Sebenarnya di hari ketiga ini, saya sudah merencanakan akan mengajak Jani untuk belajar menggunakan voice recorder. Tapi karena tape recorder lagi gak 'temenan' ama saya, dan hp emak juga gak bisa untuk save hasil rekaman, karena kepenuhan memori, maka tantangan hari ketiga, saya ganti dengan kegiatan lain yang berharap bisa mengeksplor gaya belajarnya yang lain (dan inipun tidak banyak moment yang bisa ke foto)

Ditantangan kali ini, saya mau melihat apakah gaya belajar visual merupakan gaya belajarnya juga? Ini patokan saya untuk mengamati apakah Jani juga seorang yang visual.

Check list gaya belajar Visual
  1. Bicara agak cepat (K) --> Kadang kesulitan untuk menemukan kata atau kalimat yang ingin disampaikan.
  2. Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi (K)
  3. Tidak mudah terganggu oleh keributan (N) --> Kosentrasinya langsung terpecah bila saat belajar ada suara yang mengganggu. 
  4. Mengingat yang dilihat daripada yang didengar (K) --> Dia mudah ingat dengan hal-hal yang baru dilihatnya, misal orang atau alamat rumah.
  5. Lebih suka membaca daripada dibacakan (K) --> Untuk buku cerita, dia lebih memilih saya yang membacakannya.
  6. Pembaca cepat dan tekun (T)
  7. Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata (Y)
  8. Lebih suka melakukan demonstrasi daripada pidato (K) 
  9. Lebih suka musik (K) --> Kadang Jani lebih  memilih video dibandingkan mendengarkan musik
  10. Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal, kecuali jika ditulis dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya (K) --> Bila instruksi tersebut terlalu panjang, biasanya Jani akan inisitaif menulis di kertas dan meminta saya untuk mengulang lagi atau dia berinisiatif sendiri untuk mengulang instruksinya 
Keterangan :
Y : IYA
T : TIDAK
K : KADANG-KADANG

Startegi yang saya lakukan dihari ketiga ini :

Mengajak Jani membaca buku cerita bergambar --> Antusias dan memilih untuk membaca buku ceritanya sendiri. Langsung ambil posisi nyaman di atas sofa.










Mengajaknya membuat pembatas buku --> memilih desainnya dan bertugas mengelem gambar yang sudah digunting ke kertas yang lebih tebal. Menggunting? Itu bagian si emak, karena Janinya langsung ogah diminta untuk menggunting. Tapi, akhirnya pembatas buku ini dijadikan gantungan kunci yang nyantol di tasnya.



Hasil pengamatan emak? 
Meski ada pengaruh sedikit gaya belajar visual, saya masih melihat, Jani dominan dengan gaya auditorynya. Dan tugas sayalah, emaknya, untuk  tetap terus mencoba berbagai macam metode untuk dapat menemukan metode yang pas dengan gaya belajarnya.

Setiap anak adalah pembelajar, hanya cara mereka yang berbeda.


#HariKe3
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.

Seribu Cerita Dari Dapur

Dapur? Ini bagian rumah yang tidak terlalu sering saya sentuh. Bukan karena tidak bisa masak, tapi karena memang saya tidak begitu suka ...