Tau donk ya rasanya ngomong sama anak ABG jaman now? Hhuufftttt .... rasanya nano-nano *eits, ini ga permen kok, tapi beneran rasanya rame banget. Campur aduk!Gado-gado aja kalah rame ... π
Jadi, gimana dong cara komunikasi dengan anak ABG ini? Biar saya sebagai emaknya tidak selalu jantungan, gregetan, gemes, dan tensi tinggi kalau lagi diajak bicara.
Daaaan ... tantangan di game level 1 kelas Bunda Sayang (BunSay) yang saya ikuti di IIP, adalah mengenai Komunikasi Produktif dengan salah satu anggota keluarga. Mencermati, hal-hal menarik apa saja yang terjadi saat komunikasi berlangsung dan perubahan-perubahan yang terjadi selama komunikasi itu berlangsung. Dan hal tersebut dilakukan secara konsisten selama 10 hari berturut-turut. Jelas, ini tantangan besar buat saya yang lebih sering gak konsisten. Tantangan juga, karena saya sebenarnya tipikal yang tidak sabar, ingin segera cepat dikerjakan, dan si ABG itu, duuuuuuuhhh ... gayanya yang nge'slow' gitu, benar-benar nyulut emosi deh π. Tantangan ini passss banget buat saya, emaknya dan si ABG ini, yang bakalan jadi tokoh di project tantangan kali ini
Nayya Mengawali komunikasi dengan Nayya, si ABG, mbarep saya yang usia 12 tahun ini, saya memilih waktu yang paling nyaman baginya, yaitu sore hari. Sambil menunggu waktu les mapelnya dimulai, biasanya Nayya menghabiskan waktunya dengan mengecek beberapa pesan di Whats Up Dan DM Instagram teman-temannya. Sambil tidur-tiduran di kamarnya, saya awali obrolan kami dengan menanyakan ada cerita menarik apa di sekolah hari itu. Lancarlah si ABG ini nyerocos tentang temannya dan ulangan hari itu yang sekelas kompak remidi ππππ *tapi sebenarnya emaknya sudah aja siap mau motong "kok bisa sih remidi?", tapiiiiii ... sabaaaarrrr, biarkan dia meceritakannya sampai selesai. |
Selesai cerita, mood Nayya masih ok. Pertanda baik, maka saya lanjut ajak dia untuk ngomongin soal les gitarnya yang sudah dua minggu absen. Waktu saya tanyakan kembali apakah masih mau terus les gitarnya? Karena sempat beberapa kali, dia mengutarakan ingin off sementara. Saat itu Nayya mengutarakan kalau dia ingin coba instrumen musik yang lain dan juga ingin kursus Bahasa Inggris.
![]() |
| Nayya, 12 tahun |
Sebagai anak yang sudah akil baligh, saya sampaikan ke Nayya bahwa apa yang dia mau dan pilih, selalu ada konsekwensinya. Saya utarakan ke Nayya sebelum saya membolehkan dia untuk mengganti les gitarnya dengan les alat musik yang lain dan juga boleh untuk kursus bahasa Inggris, apa sih sebenarnya yang dia mau dari mengikuti kursus-kursus tersebut. Banyak manfaatnya ga buat dia? Perlu sekalikah kursus-kursus itu untuk diikuti? Saat dia bilang dia perlu dan butuh untuk ambil kursus tersebut, selain untuk membantu pelajarannya di sekolah (kursus bahasa Ingris) les musik sebagai pemuas sisi musicalnya, maka saya memutuskan untuk mengijinkannya ambil kursus-kursus tersebut. Saya juga meminta Nayya untuk bertanggung jawab dengan apa yang dia pilih. Diantaranya, tidak boleh merasa capek saat waktunya kursus, sehingga sering jadi alasan untuk tidak hadir. Harus lebih mampu mengatur waktu belajarnya, karena ada aktivitas baru di jadwalnya sehari-hari.
Kali ini, dengan mencoba bersabar mendengar alasan-alasannya, memahami posisinya dan berbicara di waktu yang menyenangkan, kami berdua membuat beberapa kesepakatan. Menyenangkan.
![]() |
| Kata Nayya, ini lagi hitz π |
#hari1(Kamis, 2/11/2017)
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tengkyuuuuuu udah mampir π.