Sabtu, 04 November 2017

Tantangan 10 Hari Komun8kasi Produktif (Hari ke 3)

Berkomunikasi dengan si ABG ini memang lebih banyak menguji kesabaran. Moodnya yang turun naik, benar-benar membuat saya, emaknya, harus pintar-pintar mencari bahan pembicaraan agar komunikasi kami lancar.


Saat saya ajak Nayya bicara, ada dua adiknya bersama kami. Mereka juga ikut ngeriung ... dan suasananya lebih tepat seperti girls hangout nih πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Ini kesempatan saya juga untuk menjelaskan ke adik-adiknya, Danish dan Jani, tentang pentingnya sayang dan rukun dengan saudara, bahasan yang saya dan Nayya obrolin kemarin malam. 
Saya mengambil sikap untuk diam dan mendengarkan ocehan mereka tentang kakaknya. Danish yang sebal dengan usilnya Nayya dan Jani yang ga suka dengan cara bicara kakaknya, pada saat saya pancing mereka tentang pendapat mereka mengenai kakaknya. 

Saat mereka asyik saling menilai dan membantah atas kesan dan pernyataan saudaranya, saatnya nih, si emak beraksi 😁😁😁 .. saya sampaikan  ke mereka bahwa seperti apapun kelebihan dan kekurangan saudara yang kita miliki, kita harus menerimanya dengan penuh cinta. Ikatan saudara itu tidak boleh mati. Saling menghormati, menghargai dan mencintai saudaranya. Saya selipkan juga bahwa saya dan Ayahnya berharap sekali, mereka tiga bersaudara ini, tetap rukun dan saling sayang satu sama lain hingga kelak mereka dewasa nanti dan kami orang tuanya sudah tidak ada lagi. 
Meski seringkali tingkah laku, perkataan dan sikap saudara kita menyakitkan, maka sediakan.lah ruang maaf untuknya. Jangan pernah bosan untuk saling menyanyangi satu sama lain.
Reaksi Nayya dan dua adiknya???? Langsung riuh rendah πŸ˜πŸ€£πŸ˜….

Nayya tetap bersikeras bahwa adik-adiknya yang lebih nyebelin dibandingkan dia. 
"Bete banget bun, tiap saat harus ngalah sama mereka, padahal mereka loh yang seringkali cari masalah"
Hahahaha ... iya sih, si emak ini seringkali bilang "ngalah donk mbak, sama adik ini, kamukan udah gede".
Iya, itu dulu senjata si emak buat meredakan suasana dan situasi, kalau mereka sudah mulai berantem 😣😁
Tapi malam ini, saya jelaskan ke Nayya bahwa itulah sebagian dari tanggung jawabnya sebagai kakak. Bahwa Allah yakin dan percaya, Nayya mampu menjalankan peran tersebut dengan baik. Saya yakinkan Nayya juga, dulu pada waktu dirinya seumuran adiknyapun, sikapnya sama. Jadi, semua ada masanya. Belajar memahami.
Reaksinya?  Emaknya sih ga yakin 100 % Nayya memahami, tapi setidaknya dia mengetahui alasan kenapa dia diminta untuk bersikap mengalah.

Gak apa-apa. Pemahaman memang seringkali tumbuh seiring dengan bertambahnya usia. Tidak perlu dipaksa. Yang terpenting saat ini, saya sebagai orang tuanya harus mampu memberikan alasan dan jawaban yang tepat atas sebuah tindakan atau peran. 

Dan perbincangan girls hangout kami di atas tempat tidur itu, bubar saat si Ayah masuk kamar πŸ˜‚. Sebelum mereka meninggalkan kamar saya, pelukan dan kecupan hangat dari Nayya, Danish dan Jani, merupakan bukti bahwa perbincangan kami malam ini, cukup berhasil. Good girls πŸ’“πŸ’“πŸ’“.


Note : Cuma berhasil ambil foto Jani, karena Nayya dan Danish langsung kabur saat si emak bilang, ayoooo foto dulu donk 🀣🀣🀣😁








#hari3(04/11/2017)
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.

Seribu Cerita Dari Dapur

Dapur? Ini bagian rumah yang tidak terlalu sering saya sentuh. Bukan karena tidak bisa masak, tapi karena memang saya tidak begitu suka ...