Bernegosiasi dengan Nayya, si ABG ini, susah-susah gampang. Boro-boro deh ada kesepakatan antara saya, emaknya, dengan Nayya. Yang sering mah, emaknya jadi ngomel-ngomel dan si ABG ini akan pasang tampang lempeng.
Karena hari ini hari Minggu, tidak ada jadwal kegiatan rutin. Dan hari ini juga kami tidak ada jadwal keluar rumah. Setelah sholat Subuh, saya, Nayya dan Danish melanjutkan tidur dan bangun kembali jam 7 pagi ππ. Kalau si Ayah mah, sudah meluncur bersama sepedanya sejak jam 5 pagi tadi.
Saya keingetan untuk packing (sampe sekarang belum satu bajupun yang masuk koper) karena besok weekend, kami sekeluarga akan menghadiri acara pernikahan saudara. Dan, Nayya, Danish dan Jani belum punya baju untuk pesta itu. Saya sampaikan ke mereka, cukuplah untuk memakai baju yang sudah ada, tidak perlu membeli. Tetapi, setelah mereka membuka lemari pakaian akhirnya memutuskan untuk membeli. Nah, disinilah kesepakatan saya sama mereka. Boleh beli baju, tapi pake uang sendiri ...
Awalnya sih mereka ga mau. Tapi, si emak ini langsung "nyamber" ... karena ini bukan hal yang urgent dan membeli baju itu sebenarnyakan kemauan mereka sendiri, jadi ya mereka harus menanggungnya. Kecuali untuk hal yang sifatnya wajib, seperti baju seragam, baju lebaran, nah itu baru deh tanggung jawab saya sebagai emaknya.
Selain kesepakatan untuk membeli baju dengan uang mereka sendiri, kami juga sepakat untuk hunting baju tersebut setelah segala tugas sekolah, PR dan menyiapkan buku untuk besok , rampung dilaksanakan. Selain tugas mereka selesai, saya juga harus menyelesaikan urusan domestik saya dulu. Saya selalu mebiasakan seperti itu, bepergian dengan kondisi rumah rapi dan tugas-tugas sekeolah sudah selesai. Karena PR Nayya sudah diselesaikan sebelumnya, maka saya minta si ABG ini untuk membantu saya di dapur, agar kerjaan domestiknya bisa segera tuntas dan kami bisa segera pergi.
Traaadddaaaaa ...yang ada, dapur saya berantakan meski dia berhasil juga menggoreng gembus dan enak π€£π. Setelah semua pekerjaan domestik selesai, maka kamipun siap berangkat. Toko yang kami tuju, tantangan sekali dapetin parkirnya, maka dari toko tersebut ke parkiran mobil, kami berjalan . Pada saat perjalanan pulang, Jani, minta di digendong sampai ke parkiran mobil. Cukup jauh memang. Nayya langsung nyodorin punggungnya "Ayo dek, tapi anteng ya kalo di gendong" ππ
Waktu tak tanya, emang mb Nayya gak capek gendong dek Jani?
"gaklah bun. Dek Jani badannya kan kecil. Lagian kan aku kakaknya, ya aku harus jaga dia"
Anjani girang. Emaknya meleleh deh denger jawaban Nayya ππ
#Hari4
#levelgame1
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tengkyuuuuuu udah mampir π.