Untuk tetap menjaga komitmen, adalah sebuah tantangan. Memang bukan perkara gampang tapi tidaklah sesulit yang dipikirkan orang. Selama kita tau apa tujuan yang ingin kita capai, Insya Allah, semua akan berjalan dengan lebih mudah.
Tadi pagi, saya ingatkan Nayya untuk lebih membiasakan diri berbicara dengan lembut. Kepada siapapun ia berbicara. Terlebih kepada orang yang lebih tua. Ini sekaligus juga mengingatkan saya, emaknya yang lebih sering bersuara kencang. Dan, si emak ini juga belajar menahan diri untuk tidak ikut berteriak sekaligus memberikan contoh bagaimana tetap bersuara pelan di saat emosi menguasai kita. Dan di rumah kami, pagi hari adalah "medan pertempuran" emosi yang sebenarnya ππ€£. Anak-anak yang berusaha keras untuk tidak ngantuk (lagi) selepas shubuhan agar bisa bergegas mandi, dan emak yang nyerocos sambil masak untuk bekal dan sarapan. Plus, kalimat-kalimat ... jangan lupa, awas ketinggalan buku PRnya, dan larangan-larangan lainnya yang mereka dengar sambil lalu.
Hiruk pikuk pagi yang selalu hadir di rumah kami, yes ... saya akui, si emak ini kayaknya pencetus hiruk pikuk itu ππ€π. Ngeliat anak-anak tidak segera bergegas mandi, saya udah aja "ceramah" soal susahnya orang-orang di tempat lain untuk mandi dengan air bersih. Atau ngeliat anak-anak lelet membereskan buku atau kamarnya, si emak ini langsung aja nyamber, betapa mereka harusnya bahagia tidak perlu capek sebelum berangkat sekolah, karena tidak perlu bekerja terlebih dahulu. Dan hal-hal lain yang bikin telinga mereka panas kali ya. Ditambah dengan sura si emak yang kencang, klop!.
Dan, sejak mulai tantangan ini, saya berusaha menahan keinginan untuk teriak-teriak di pagi hari π₯π·. Membangunkan mereka dengan cara yang lebih baik (menahan suara untuk tidak teriak, meski harus saya lakukan berulang kali agar mendapat perhatian mereka untuk segera bangun dan mandi). Ceramah dan kalimat "jangan" "awas" saya hilangkan, saya ganti dengan pertanyaan ke mereka, kira-kira saya bisa bantu mereka apa agar tidak ada buku atau tugas yang tertinggal.
Dan tadi pagi, membangunkan mb Nayya, si ABG itu, cukup dengan menggoyangkan sedikit badannya sambil bilang "assalammualaikum ... sudah waktu nya Shubuhan mb. Katanya mau berangkat sekolah lebih pagi". Dan ga pake lama dan drama, cccllliiiiinnngggg!!!! Si ABG itu, sudah ada aja di kamar mandi ππ. Drama berakhir dong? NOOOO ...gantian si Danish, adiknya, yang entah kenapa, pagi-pagi sudah "ngamuk" karena merasa bangunnya kesiangan dan ga ada yang bangunin dia.
Oke baiklah .... pagi yng "ramai" segera dimulai ππ€£π
#Hari5
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kulaihbunsayiip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tengkyuuuuuu udah mampir π.