Di hari ke 6 ini, saya dan Nayya lebih banyak ngobrolin soal girl"s thing. Karena di usianya yang sudah akil baligh, saya menyadari pasti banyak perubahan yang terjadi di dirinya. Mulai dari bentuk tubuh yang sudah mulai nge"shape" sampai dengan hal-hal yang berkaitan dengan lawan jenis.
Perbincangan kami mengalir saja. Saya lebih memposisikan diri sebagai pendengar terbaiknya. tanpa banyak interupsi, saya menikmati cerita demi cerita. Mulai dari dia sebagai tempat curhat teman-temannya, seringnya sih masalah suka-sukaan. Problem anak jaman now ya, memasuki dunia pra remaja, sampai dengan soal rencana dia pengen kurusan. What? Kurusan? Emaknya langsung pasang muka protes hahahaha ...Memberitahu tanpa kesan menggurui itu memang tidak mudah. Ada banyak celah, dimana ego si emak ini bakalan muncul. Berbincang dengan Nayya untuk hal-hal yang kadang saya gak sejalan dengan jalan pikirannya. Saya memang harus memahami bahwa FoR aya dan Nayya berbeda. Agar saya bisa punya "frekwensi" yang sama, saya berusaha memposisikan diri saya saat seusianya. Mengingat perasaan-perasaan di usia seperti dia saat itu. Ada perasaan ogah dibilang kayak anak kecil, tapi kenyataannya memang masih bau kencur. Masa-masa ... dimana temen jadi segala-galanya. Masa-masa "ngeyel".
Tapi, perbincangan pagi tadi lancar saja meski saya men
yambi dengan menyiapkan bekal mereka ke sekolah. Dan malam ini, kami berdua melanjutkan perbincangan ringan tadi pagi, selagi saya di depan komputer, siap untuk mengerjakan tugas kantor dan tugas kuliah bunsay (dan akhirnya terpending mengerjakannya selama 3 jam, karena kedatangan tamu).
Dalam situasi seperti apapun, selama perbincangan itu mengusung hal yang menarik, ada keterikatan untuk tetap berkomunikasi. Nayya yang kadangkala kinestatis banget (sebenarnya dia tipe Auditori), kadang berbicara sama sayapun nggak pernah "jenak" diam duduk mendengarkan. Dia lebih sering, muter sana sini sambil telinga satunya mendengarkan musik. Kadang si emak ini bete liat sikapnya, tapikan itu memang tipe Nayya seperti itu, makanya saya pelan-pelan memahami dan mempraktekannya. Lebih sering menyentuh atau memeluknya, untuk membuat dia bisa lebih fokus melihat dan mendengarkan saya (sebenarnya sih, saat dia muter sana sini, dia mendengarkan kok). Kalo sudah terlihat naga-naganya dia bakalan jenuh, saya yang langsung berinisiatif untuk membuatnya bergerak, seperti minta tolong untuk membuatkan secangkir teh atau kopi.
Seperti malam ini, saat si ABG ini mulai terlihat jenuh, si emak ini meminta tolong untuk dibuatkan secangkir kopi. Tanpa tanya ba bi bu ... Nayya langsung ke belakang, membuatkan saya secangkir kopi. Nikmat!
#Hari6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.