Jumat, 08 Desember 2017

Jani si Manager Menu yang Handal (Day 10)


Bismillahhirrohmannirrohiim ...


Hari kesepuluh
Menu makan yang dipilih Jani untuk hari ini, sarapan dan bekal, nugget goreng dan tempe goreng. Untuk makan siang, lele goreng, sayur bayam gambas dan sambal (kalo sambal mah, buat emak sama bapaknya). Dan untuk cemilannya, saya usulkan kolak labu kuning dan kolang-kaling, Janipun setuju.Malamnya, kata Jani, makan di luar aja. Waktu saya tanya mau makan apa, dia nentuin untuk makan nasi goreng di warung langganan. Alhamdulillaah ... ngiriiiittt.

Abaikan tempe goreng yang gosong yaaa ... 😄

Selain menentukan menu untuk keluarga, Jani saya minta juga untuk bertanggung jawab menghabiskan makanannya. Karena seringkali makannya tidak habis dengan alasan gak suka dengan lauknya. Jadi, kali ini no excuse yaaa ... karena dia yang menetukan menunya. Saya ajarkan juga ke dia, makan secukupnya, jangan berlebihan sehingga tidak ada yang terbuang.

Setelah makan, mencuci piring makannya sama pelan-pelan saya rayu untuk mencuci beberapa perabot masak yang belum sempet dicuci. Meski agak-agak cemberut tapi ya, dijalankannya juga dan basahlah bajunya (ini dia justru senang berbasah-basah dengan air 🤣)


Oia, saya juga tetap monitoring kemandiriannya tidur di kamar sendiri serta merapikan dan membereskan kamar dan tempat tidur. Alhamdulillah ... Jani sudah melakukannya, tanpa saya minta. Semalam gigi emak sakit, jadi saya masuk kamar dan tidur. Saya sudah gak kepikiran untuk mengecek lagi. Tengah malam saya terbangun, saya sudah melihatnya terlelap di kamarnya. Dan pagi harinya sebelum berangkat sekolah, tempat tidurpun sudah rapi (meski standard rapinya masih jauh dari yang diharapkan emak, tapi ga apa2, namanya juga masih bejar)

Sepertinya tantangan manager menu keluarga ini, jadi tantangan asyik buat Jani. Dia semakin antusias mengerjakannya. Semoga, sekali lagi, bukan sekedar eforia .

Seringkali saat weekend kami sekeluarga makan di luar, saya sekalian mau ajarkan Jani dan kedua kakaknya soal gerakan #tumpukditengah (saya gak sempat save video tentang aksi sosial ini, sayang sekali atau saya yang lupa simpan filenya ya? Tapi sangat terkesan dgn aksi sederhana yang berdampak luar biasa ini. Semoga tagarnya ga salah 😁). Sebuah gerakan sosial yang menurut saya, mengajarkan kita untuk lebih beradab saat makan di public area. Bekas makan yang tercecer di hampir setiap sudut meja, apabila sudah selesai, bisa kita tumpuk di tengah meja. Meringankan sedikit pekerjaan cleaner area di rumah/tempat makan. Ajakan sederhana yang menurut saya sarat makna. Banyak hal yang bisa diajarkan dari gerakan sederhana ini. Dan itulah yang mulai saya kenalkan dan tanamkan ke Jani dan juga kedua kakaknya.

#HariKesepuluh
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.

Seribu Cerita Dari Dapur

Dapur? Ini bagian rumah yang tidak terlalu sering saya sentuh. Bukan karena tidak bisa masak, tapi karena memang saya tidak begitu suka ...