Rabu, 21 Februari 2018

Learning is Fun

Saya selalu mengingat perumpamaan ini, "Jangan kau ajarkan bebek terbang dan jangan pula kau ajarkan ikan memanjat". Dan banyak perumpamaan-perumpamaan lainnya yang sejenis, yang sering kita dengar. Kalimat itu sangat menohok untuk saya. Dan membuat saya banyak berpikir tentang apa hakikatnya belajar. Buat saya, belajar adalah sebuah proses yang harus menyenangkan. Bagaimana bisa mendapatkan hasil yang maksimal bila kita melakukannya dengan berat hati. Jadi ... ya, saya men'setting' mindset saya bahwa learning is fun
Belajar bisa menyenangkan bila dilakukan sesuai dengan diri kita, Belajar dengan cara kita. cara yang gue banget. Dengan keunikan yang dimiliki oleh masing-masing orang, tentu saja ... proses belajar ini akan muncul dalam berbagai bentuk. Hal tersebut akan muncul menjadi gaya yang khas, unik. Keunikan ini tentu saja dipengaruhi oleh banyak faktor internal dan eksternal yang memudahkan kita untuk menyerap dan mengolah informasi (proses belajar)  untuk menjadi ilmu yang bermanfaat. 

Jadi ... apa yang saya rasakan selama hampir dua pekan mengamati Jani menemukan gaya belajarnya? Sebelum menjalankan tantangan ini, saya menyiapkan diri saya sendiri dulu bahwa tugas saya adalah mengamati dan mengenali gaya belajar Jani bukan memintanya belajar dengan gaya yang saya mau. 



Apa reaksinya, sikapnya, body languagenya, kata-katanya saat Jani bmerupakan tugas saya suntuk mencatat dan merekamnya dalam ingatan. Ini menjadi semacam path buat saya menemukan cara yang tepat yang sesuai dengan gaya belajar yang pas. Dan saya cukup senang bahwa Jani cukup memahami dengan cara yang seperti apa gaya belajar linguitik auditorinya bakal tereksplore lebih 

Mudahkah mengenali gaya belajar? Tidak sesulit yang saya bayangkan tapi juga tidak semudah yang diucapkan. Mengamati sikap, perilaku, body language, gesture tubuh, ucapan, kata-kata ..., jujuuur ... seringkali saya terlewat dan mengabaikannya dan baru tersadar, kalau itu bagian dari gaya belajarnya yang khas setelah beberapa lama kemudian. Selama menjalaninya bersama Jani, tidak cuma dia yang sedang "belajar", sayapun harus belajar juga dengan segala rasa dan kepekaan saya untuk memahaminya, bahwa inilah dia dengan segala keunikan yang diberikan oleh Allah SWT. Meyakini bahwa tiap anak memiliki caranya masing-masing. Memahami dan meyakini bahwa itulah hal terbaik yang dapat kita lakukan sebagai orang tua.

#AliranRasa
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tengkyuuuuuu udah mampir 🌝.

Seribu Cerita Dari Dapur

Dapur? Ini bagian rumah yang tidak terlalu sering saya sentuh. Bukan karena tidak bisa masak, tapi karena memang saya tidak begitu suka ...